GrinduluFM Pacitan - Kanker payudara kini menjadi jenis kanker terbanyak di Pacitan, melebihi kanker serviks yang sebelumnya mendominasi. Menurut data dari RSUD dr Darsono berdasar jumlah kunjungan pasien, kasus kanker payudara di Pacitan mencapai angka yang mengkhawatirkan mencapai ratusan setahunnya.<P>
Faktor-faktor
seperti perubahan gaya hidup, meningkatnya urbanisasi, serta kurangnya
kesadaran akan deteksi dini turut berkontribusi terhadap tingginya angka
kejadian ini. Perubahan-perubahan ini membuat risiko kanker payudara semakin
meningkat di kalangan perempuan Pacitan.<P>
Selain
itu Obesitas menyebabkan peningkatan kadar estrogen dalam tubuh, yang dikenal
sebagai salah satu penyebab kanker payudara.<P>
Melihat
fakta perempuan di Pacitan dengan ancaman kanker payudara, Dinas Kesehatan
Kabupaten Pacitan melaksanakan Workshop Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan
Kanker Payudara untuk penguatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) tahun 2026.<P>
“Kanker
leher rahim merupakan penyakit yang dapat dicegah dan juga dapat disembuhkan
apabila dilakukan vaksinasi HPV, deteksi dini serta mendapatkan pengobatan
secara memadai,”kata dr Daru Mustiko Aji Kepala Dinas Kesehatan.<P>
Kanker
leher sampai saat ini masih menjadi penyebab kematian terbesar kelima di dunia.<P>
WHO merekomendasikan agar 70% perempuan dapat
diskrinning dengan menggunakan tes performa tinggi pada usia 30 sampai dengan
59 tahun seperti tes HPV/DNA yang memiliki spesifitas tinggi dan nilai
produktif negativ yang kuat sehingga perempuan dengan hasil tes HPV/DNA negativ
dapat diulang dalam interval minimal 5 tahun.<P>
Acara
workshop tersebut dibuka langsung Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pacitan Efi
Suraningsih. Workshop bertujuan untuk mendukung program terdeaksi dini kanker
leher rahim dan kanker payudara gratis.<P>
Reporter:Asri

