GrinduluFM Pacitan - Ancaman longsor di Pucangsewu tepatnya RT 02 RW 02, Pucangrejo, Pucangsewu, Kecamatan Pacitan semakin nyata. Empat rumah warga kini sama-sama menghadapi ancaman kerusakan parah akibat dampak talud longsor pada Desember 2025 lalu, namun hingga saat ini belum terlihat adanya langkah penanganan dari pemerintah. Kondisi ini membuat warga resah bercampur was-was karena hidup di bawah bayang-bayang bencana setiap kali hujan turun.<P>
“Diduga lambat penanganane sampe longsor maneh,” enggak tahu harus bagaimana
lagi biar dibenerin. Tiap hujan masih ga tenang hati ini,” kata Alif Nur salah
satu family dari warga terdampak
longsor, Kamis (26/2/2026).<P>
Dia menuturkan
dataran tanah yang terus bergerak sudah sangat dekat dengan bagian belakang
rumah adiknya tersebut,”ucapnya.<P>
Diketahui, 4 rumah terdampak akibat talud ambrol tersebut milik Purwadi, Suratno,
Edi Santoso dan Suratman.<P>
Adanya longsoran susulan
di Pucangrejo Pucangsewu tersebut dibenarkan Purwadi Ketua RT 02 RW 02 Pucangrejo
Pucangsewu.<P>
“Longsor terjadi pukul
02.00 WIB. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh keras seperti tanah runtuh
menyebabkan penghuni rumah langsung lari keluar rumah. Talud ini sudah pernah
longsor setahun lalu namun hingga kini belum ditangani secara permanen
sedangkan tanah dibawah permukiman warga ini terus tergerus,”ujarnya.<P>
Sementara pihak
pemerintah melalui OPD terkait saat dilapori terkesan saling lempar tanggung
jawab dengan alasan klasik kondisi tersebut bukan bidang dan kewenangannya.
Disisi lain, Kepala Dinas
Perkim Pacitan Heru Tunggul saat dilapori hanya bisa menyarankan kepada pemilik
rumah terdampak untuk menjauh dari lokasi tersebut karena sangat rawan bahaya.<P>
“Tidak ditinggali dulu
rumahnya, sebelum penanganan taludnya,”ujar Heru Tunggul saat dihubungi lewat
Whatsapp, Kamis (26/2/2026).<P>
Pihak kelurahan saat
dilapori menyatakan akan melakukan penanganan darurat dengan memanfaatkan Dana
Kelompok Masyarakat (Pokmas) untuk mencegah longsor susulan karena cuaca buruk
diprakirakan hingga Sabtu, tanggal 28 Februari.<P>
Warga terdampak sangat
berharap pemerintah segera bertindak untuk memperbaiki talud demi mencegah
timbulnya korban yang rumahnya terdampak.<P>
Reporter:Asri

