Fenomena Beras Mahal, Pedagang Dipasok Beras SPHP Seminggu 2 Kali Oleh Pemkab Melalui Bulog

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Senin, Februari 26, 2024

GrinduluFM Pacitan - Harga beras mahal, pedagang dan pembeli sama sama tak happy. Tak sedikit pula adanya harga beras mahal fenomena nasional tersebut warga beralih ke beras program Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) dari Badan Urusan Logistik (Bulog).

Kondisi tersebut ternyata membuat beras medium sphp bulog mulai sulit dicari di pasar tradisional Minulyo.

Mahalnya beras berlaku juga pada beras curah polesan maupun beras kemasan. Bersamaan dengan meroketnya harga, konon suplai beras medium program Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) dari Badan Urusan Logistik (Bulog) justru dibatasi maksimal pembelian 10 kg.

Warga mengelukan sejak fenomena harga beras tinggi, beras berkualitas medium kemasan 3 kilogram dan 5 kilogram di sejumlah mini market juga langka.

Pantauan Grindulu FM keliling ke beberapa mini market pada kosong yang kemasan 5 kg, bahkan di pasar minulyo Senin pagi (26/2/2024)hanya ada satu-dua pedagang yang masih jual beras itupun hanya tampak dua sak saja padahal biasanya lebih dari lima sak tumpukan yang di pajang dilapak.

Kepala Dinas Perdagangan dan ketenagakerjaan Kabupaten Pacitan Acep Suherman fenomena nasional harga beras mahal meminta warga tidak panic buying berlebihan.

Di gudang bulog untuk beras sphp masih tersedia 630 ton untuk pendistribusian ke 107 pedagang..

Digelontor ke pedagang seminggu dua kali,  per pedagang di jatah maskimal pembelian 300 kilogram.

“Dengan harga berdasarkan HET (harga eceran tertinggi) per kg 10.900 rupiah,” ucapnya.

Acep Suherman menyebutkan untuk pedagang Pasar Minulyo akan di droping Selasa (27/2/2024) untuk 20 pedagang.

Pedagang cukup menulis nama kalau ada no Hand Phone karena beras SPHP dibatasi maksimal pembelian 10kg,” sebutnya.

Sebenarnya beras medium dan premium masih ada stoknya di pasaran hanya saja memang harganya cukup mahal.

“Sebagai informasi kwalitas beras sphp tidak kalah dengan beras medium dan premium dengan harga 10.900 per kg, sehingga diserbu warga. Tapi beras sphp di gudang bulog masih aman sampai bulan puasa,” imbuhnya.

Meningkatnya harga beras medium dan premium di Pacitan telah mendorong masyarakat mencari alternatif untuk memastikan mereka tetap bisa memasak nasi apalagi bagi yang tidak punya sawah.

Sudah bukan rahasia lagi harga beras melonjak secara signifikan dalam beberapa hari terakhir mencapai rata-rata kenaikan sebesar 50 ribu rupiah per sak.

Kondisi itu mau tidak mau menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakatakan stabilitas harga dan ketersediaan beras yang merupakan kebutuhan dasar.

Lonjakan harga beras yang kini sudah jauh melampaui harga eceran tertinggi ternyata turut membuat pedagang beras di pasar tradisional kewalahan. Begitupun pembeli kebingungan mencari beras dengan harga murah.

Harga beras beberapa hari ini diketahui mengalami kenaikan terus tak kunjung surut. 

Pemkab Pacitan menanggulangi kenaikan harga beras menyiapkan beras sphp  milik bulog.

“Terpantau harga beras premium saat ini sudah melampui Rp.16.000 per kg dan beras medium meroket tembus Rp.14.000 per kg.”ungkap pedagang pasar minulyo.

Reporter:Asri

Blog, Updated at: 15.26
Tinggalkan komentar positif Anda di sini
03