Bak Sebuah Istana Keraton Upacara Prosesi Hari Jadi Pacitan ke-279, Sambutan Bupati Aji Gunakan Bahasa Jawa Kromo Dengan Baju Adat Jawa Jangkep

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Senin, Februari 19, 2024

GrinduluFM Pacitan - Sambutan Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dalam Upacara Prosesi Hari Jadi Kabupaten Pacitan ke-279 menggunakan bahasa jawa kromo inggil atau bahasa jawa halus.

Terpancar keanggunan dan kejantanan saat bupati Aji bersama Istri Efi Suraningsih berjalan beriringan dari arah Halking Pendopo mengenakan baju adat jawa jangkep warna hitam lengkap dengan blankon. Begitupun Istri dengan gaya rambut disanggul dan berbusana kebaya jawa.

Prosesi Hari Jadi Pacitan ke-279 tahun ini memang bak sebuah istana keraton kerajaan.

Gelaran karpet biru terbentang disepanjang jalur yang dilewati bupati dan istri menuju pendopo sebagai tempat prosesi diiringi dengan gamelan dan para dayang cantik.

Tamu yang hadir ikut mengenakan busana adat jawa jangkep lengkap dengan blankon dan keris sebagai hiasan yang memiliki nilai historis dan mistik yang mendalam dalam tradisi jawa.

Dalam menjaga keseimbangan alas kaki menggunakan slop merupakan bagian penting dalam penampilan secara keseluruhan.

Mengawali sambutannya bupati Aji menyapa sejumlah tokoh yang hadir lalu menjabarkan makna dan tujuan dari peringatan hari jadi pacitan ke 279 tahun 2024.

“Pengetan ambal warso meniko wujute raos suko suko rumaos dumateng Gusti engkang Moho Kuaos, awit sampun paring nikmat utawinipun bumi Pacitan engkang Mrabu Rahayu,”ucapnya.

Bupati mengajak generasi muda pacitan untuk selalu mengingat dan menggali sejarah pacitan bahwa hari ini Sabtu 19 Februari 2024 merupakan usia Pacitan ke 279 tahun, sudah hampir memasuki 3 abad lamanya. Sudah lebih dari dua tahun, pencarian telah sampai 90 persen pengerjaan.

“Pemerintah sampun ngedapuk tim panelusuran sejarah, engkang dipangarsani deneng Sekretaris Daerah. Sekaligus kulo nyuwun restu dumateng masyarakat pacitan mugio proses panelusuran sejarah meniko saget kaleksono kanthi sae,”ujarnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya Bupati mengutarakan sudah membebaskan restribusi bagi warga yang ingin menikmati pemandangan alam di pantai pancer door.

“Pemerintah kabupaten pacitan netrapaken pranatan kebebasan restribusi masuk pancer dor minongko satunggaling ruang terbuka publik,”ungkapnya.

Diusia Pacitan ke 279 ini bupati akan lebih fokus untuk melanjutkan visi misi pacitan dalam RPJMD.

“Mrabu rahayu kita menginginkan masyarakat pacitan dan pacitan itu sendiri nanti derajatnya itu bisa lebih di mata nasional maupun internasional dengan segala potensi yang kita punyai dan untuk kesejahteraan masyarakat pacitan intinya itu,”jelasnya.

Kemudian bupati menutup sambutan dan minta ijin untuk menyanyikan tembang jawa ‘sapu tangan biru’ yang menurutnya lyirik tembang sapu tangan biru bagus, mengaku senang dengan nada tembang sapu tangan biru.

“Lagu itu cukup menghibur dan diakhir sambutan kiranya kalau kami memberikan hiburan pada tamu undangan juga tidak ada salahnya.”tutupnya.

Reporter:Asri

Blog, Updated at: 15.56
Tinggalkan komentar positif Anda di sini
03