Sampah Masyarakat Kabupaten Pacitan Capai 30 Ton Perharinya

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Senin, Agustus 07, 2023

GrinduluFM Pacitan -Produksi sampah dari warga masyarakat di Kabupaten Pacitan yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) per harinya mencapai 30 ton.

Cicik Raudlatul Jannah Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pacitan mengatakan dengan produksi sampah capai 30 ton per hari jika tidak di kelola secara baik dipastikan TPA Dadapan yang memiliki kapasitas tampung 40 ribu ton itu takkan lagi bisa menampung atau over loud.

“Ya kalau TPA sekarang ya sudah overloud, dibangunnya saja sudah mulai 2014. Kapasitas tampungnya itu hanya 40 ribu ton. Setiap harinya kita produksi 30 ton, tingga ngitung aja ini.”katanya.

Overloud nya Tempat Pembuangan Sampah di Dadapan tersebut akibat tumpukan sampah yang melimpah ruah pada saat banjir bandang 2017 lalu. Kemudian di tambah lagi sampah pada masa wabah pandemi Covid-19 tahun 2020-2022.

Dilanjutkan Cici, sebenarnya TPA Dadapan di bangun pada tahun 2014 lalu di rancang masa penggunaannya sampai 2021. Namun di tahun 2021 sudah terjadi overloud gegara setoran sampah dampak banjir bandang 2017 ditambah lagi setoran sampah pandemi covid-19 tahun 2020-2022.

Tidak dipungkiri, permasalahan klasik soal dukungan dana untuk pengolahan sampah menjadi salah satu kendala.

Sementara dari total produksi sampah warga masyarakat per hari 30 ton tersebut terbanyak produksi sampah rumah tangga. Apalagi kalau pasaran, pembuangan sampah dari kontainer yang terpasang di sejumlah titik semuanya dibuang satu tempat di TPA Dadapan sehingga kapasitas TPA saat ini menjadi over loud. Jika produksi sampah terus bertambah setiap harinya capai 30 ton. Alamat sudah terjadinya gunungan sampah akan sulit terhindarkan.

“Apalagi sekarang warga senengnya ‘mager’ beli makanan sukanya pakai jasa GrabFood. Setiap saya sosialisasi ke masyarakat, sampah terbesar di Pacitan itu dari rumah tangga. Apa saja jenisnya ya sampah plastik sama sisa sisa makanan, jadi saya ajak untuk mengolah sampah sendiri, minimal yang punya ternak ayam dikasih ayamnya, yang organik bisa di jual ke pemulung.”pungkasnya.

Berbagai upaya mengurangi sampah sudah dilakukan Pemkab dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup. Namun untuk mewujudkan keinginan sampah berkurang tentu perlunya dukungan dari masyarakat juga.

“Peran aktip dari masyarakat sangat diperlukan untuk bisa mewujudkan kurangnya sampah di Pacitan.”pungkasnya.

Reporter/Penulis:Asri

Blog, Updated at: 12.49
Tinggalkan komentar positif Anda di sini
03