Dinas Pertanian, Belum Terima Laporan Ada Kekeringan Sawah di Pacitan Dampak El Nino

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Selasa, Agustus 22, 2023

GrinduluFM Pacitan -Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian Kabupaten Pacitan menyatakan hingga kini masih belum terima laporan kekeringan lahan pertanian, meskipun kemarau sudah dirasakan sejak 4 bulan terakhir.

Gatut Winarso Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian Kabupaten Pacitan mengatakan meskipun belum ada laporan petani diminta tetap mewaspadai kekeringan dampak El Nino, sebab puncak kemarau akan terjadi di bulan Agustus sampai September. Petani harus cerdas mempertimbangkan ketersediaan air apabila nekat hendak menanam.

Menurut Gatut Winarso, justru yang rawan terdampak kekeringan itu tanam padi pada bulan Mei - Juni.

“Kemarau sudah mulai bulan 4 tapi laporan kekeringan belum ada hingga saat ini, petugas lapangan belum ada yang menyampaikan kekeringan. Bahkan gagal tanam belum, belum ada laporan. Untuk MK yang dua kan jarang tanam padi, kalau gak ada air petani gak tanam padi.”katanya.

Gatut melanjutkan, jika ketersediaan air untuk aliri sawah kurang disarankan agar petani tidak tanam padi.

Solusi yang dapat diupayakan untuk antisipasi kekeringan, Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian hanya berdayakan kembali pompa air.

Selain itu petani disarankan menanam tanaman varitas tahan kekeringan dan yang umur pendek agar saat panen sudah usia tua.

“Agar tidak gagal panen dimusim kekeringan pada lahan yang tidak cukup sumber air, kita hanya bisa menghemat melalui pompa air. Itu saja yang kita bisa sarankan musim kemarau ini.”lanjutnya.

Sampai saat ini hasil produksi pertanian juga belum terdampak akibat datangnya musim kemarau. Produksi padi masih aman. “Kemaren para petani kita barusan panen padi. Sayur sayuran juga tampak masih hijau. Hasil laporan petugas penyuluh lapangan belum ada yang gagal panen.”ujarnya.

Untuk diketahui, lahan kering di pacitan itu berada di tegalan bukan sawah. Lahan yang berpotensi kering di pacitan hampir 54 ribu hektar. Sedangkan lahan kering yang tanam padi hampir 17 ribu hektar.

“Lahan kering kita itu di tegalan. Kalau lahan sawah bukan lahan kering. Lahan kering padi kita hampir 17 ribu hektar tapi ditanam di musim hujan. Rata rata panen.tidak ada lahan kekeringan, kalau sepeti ini musimnya petani gak tanam sudah tahu gak tanam petani gak berani. Lahan kering ada potensi 54 ribu hektar, tanam padi sekitar 17 ribu hektar. Tidak semua bisa tertanami karena ada tanaman lain yang tahan kering.”jelasnya.

Menurut Gatut, diperkirakan hujan Nopember Desember sehigga kita antisipasi. Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian minimalisir lokasi minimal sumber air tidak mencukupi tidak usah tanam padi.

“Tanaman yang tahan kering itu kacang tungga, itu tahan kering. Nilai jual juga bagus. Panen berkala. Daunnya juga bagus untuk sayur. Banyak juga ditanam disawah.”pungkasnya.

Reporter/Penulis:Asri

Blog, Updated at: 13.38
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03