Pas Harga Gabah Panen Kering Naik, Tanaman Padi Petani Supron 1 Kena Asem Aseman

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Jumat, Maret 10, 2023

GrinduluFM Pacitan -Panenan padi petani di Pacitan varietas Supron 1 ini terlihat tidak baik baik saja. Hal itu disebabkan tanaman padi tiba tiba menguning dan layu atau mengalami asem aseman.

Kondisi tanaman sawah kena asem aseman tersebut tidak dibantah oleh Gatut Winarso Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pacitan saat dikonfirmasi Jumat (10/3/2023).

Saat ditanya apakah kondisi itu mengakibatkan produksi padi petani di Pacitan menurun pada tahun ini, Gatut belum bisa memproyeksikan, alasannya, masih ada dua kali tanam lagi dibulan April yang diperkirakan panen Juli. Sehingga untuk menyatakan turun atau naik hasil produksi padi petani baru bisa dilihat panen Juli mendatang.

Namun diakui untuk supron 1 ini memang kondisi padi petani tampak bagus fisiknya, akan tetapi saat di panen banyak yang gabuk. Sehingga hasil nya tidak sesuai harapan. Jika kondisi baik bisa panen sampai 9 ton. Namun karena terkena asem aseman hanya dapat 4 ton saja untuk supron 1 bulan Maret ini.

“Supron 1 agak kurang baik ya memang, Ada beberapa gulir padi yang tidak bagus kena asem aseman, kita sudah kendalikan untuk sawah yang dekat kantor pertanian ini. Kita semprot kemaren dengan Zink sembuh. Kalau terlambat kita tangani, ya fisik padi kelihatan bagus tapi ternyata gabuk gak ada isi. Jika ini terlambat ditangani bisa berujung kegagalan panen.”katanya

Di tambahkan Gatut Winarso, kondisi ini memang sangat disayangkan. Dimana saat ada angin segar bagi petani dengan harga gabah kering panen tinggi mencapai Rp. 5800 perkilogramnya, malah hasil panenan petani di pacitan supron 1 ini tidak baik baik saja.

“Alhamdulillah ada angin segar bagi petani, Bulog mau beli hasil gabah kering panen Rp.5800 perkilogramnya. Kita sudah teken MOU dengan Bulog Magetan dan Bulog Ponorogo juga siap menerima berapapun yang kita kirim. Namun dengan catatan hasil panen kualitas bagus, panen dengan komben atau mesin potong.”imbuhnya

Sementara itu untuk kondisi produksi padi pada tri wulan I mencapai 103.530 Ton, Triwulan II mencapai 36,894 Ton, Triwulan III mencapai 35.426 Ton dan Triwulan IV mencapai 8318 Ton. Berarti jika ditotal nilai capaian produksi padi petani pacitan dari triwulan I hingga triwulan IV mencapai 90.991 Ton.

Menurut Gatut, proyeksi luas tanam sawah hampir semua tertanami seluas 12 ribu hektar.

“Kita ada gabah 120 ribu ton. Untuk konsumsi atau cadangan pangan kita masih kuat, kita optimis masih ada dua kali panen lagi.”ungkapnya

Agar petani mendapatkan hasil panen baik, kedepan disarankan untuk memperbanyak gunakan pupuk organik atau kompos.

“Itu tantangan kita dengan perbaikan budidaya maka akan menghasilkan produksi panen dengan kualitas baik. Karena itu kita arahkan untuk beralih gunakan pupuk kompos.”pungkasnya

Reporter/Penulis: Asri

Blog, Updated at: 17.22
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03