Badan Informasi Geospasial Menyatakan Gunung Bawah Laut Pacitan Bukan Gunung Berapi, Lebih Pada Kenampakan Topografi Lempeng Indo-Australia

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Jumat, Februari 24, 2023

GrinduluFM Pacitan - Ditemukan gunung bawah laut di perairan Pacitan akhir akhir ini menjadi perbincangan hangat warga. Berbagai penilaian dari warga itupun bertebaran yang membuat sejumlah warga was-was dan takut. Betapa tidak, pacitan yang selama ini dikenal sebagai daerah rawan bencana alam gempa dahsyat dan tsunami mulai tak tenang dengan kemunculan gunung bawah laut. Namun kekhawatiran warga terutama di zona merah tsunami mulai terjawab dan membuat terasa lebih aman setelah Kepala Pusat Pemetaan Kelautan dan Lingkungan Pantai, BIG, Yosep Dwi Sigit Purnomo memberikan penjelasan secara gamblang kepada Bupati Pacitan di kantor Bupati, Kamis (24/2/2023).

Yosep Dwi Sigit Purnomo menjelaskan, jika gunung bawah laut yang ditemukan Badan Informasi Geospasial (BIG) saat melakukan survey Landas Kontinen Ekstensial di perairan selatan Kabupaten Pacitan tersebut lebih pada adanya kenampakan topografi. Artinya, gunung bawah laut itu tidak ada tanda tanda vulkanisme, tidak ada tanda tanda gunung berapi.

“Tidak ada tanda tanda bahwa gunung bawah laut di pacitan itu gunung berapi seperti yang dikhawatirkan warga, akan tetapi lebih pada kenaikan topografi akibat ada tunjangan dari lempeng Indo-Australia. Desakan nya naik keatas, gitu…? Sejauh ini belum ada potensi bahaya terhadap kenampakan itu.”jelasnya

Seperti diketahui, sebelumnya BIG menemukan gunung bawah laut di perairan Pacitan saat sedang melakukan survey. Disebutkan tingginya mencapai 2.200 meter, berada di kedalaman sekitar 6.000 meter, dengan puncak pada 3.800 meter di bawah permukaan laut.

Mengkutip dari penjelasan professor dan peneliti di tanah air, lanjut Yosep, gundukan yang sudah mencapai ketinggian lebih dari 1000 meter bisa dikatakan gunung. Adapun gunung bawah laut itu ternyata sudah dimulai sejak puluhan juta tahun. Penemuan gunung bawah laut itu ternyata tidak hanya di perairan Pacitan saja.

Sementara untuk penamaan gunung itu tidak sembarangan saja, akan tetapi harus melalui proses yang diatur dalam peraturan pemerintah Nomer 2 Tahun 2021. Ada usulan dari Pemkab, ada proses penelaahan kabupaten dan tingkat pusat.

Seperti diketahui, bupati pacitan Indrata Nur Bayuaji sudah mengusulkan nama ‘Jogo Jagat’ untuk gunung bawah laut yang baru ditemukan tersebut.

Usulan nama gunung tersebut kemudian akan dibahas tim penelaahan tingkat pusat pada tanggal 6 sampai 10 Maret 2023. Apakah usulan dari Bupati itu bisa diterima oleh tim. Sehingga kalau bisa diterima oleh tim baru akan diumumkan dan dibakukan.

“Jadi kalau bentuknya sudah jelas, ada koordinat perlu diberi nama. Sebab unsur bawah laut, di dasar laut itu adalah unsur pembentuk tatanan wilayah Negara Republik Indonesia. Karena itu nanti akan diplot di peta bumi Indonesia supaya diketahui masyarakat. Lalu kenapa saya perlu sowan ke Bupati, karena ini berada di wilayah Kabupaten Pacitan sehingga pemerintah pacitan perlu mengetahui ternyata di pacitan ada unsur gunung bawah laut, yang perlu diberi nama.”pungkasnya

Reporter/Penulis: Asri

Blog, Updated at: 15.20
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03