Rentan Tertular Penyakit LSD, Pacitan Usulkan 800 Sapi Perah Dapat Vaksin

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Senin, November 07, 2022

GrinduluFM Pacitan -Penyakit Kaki dan Mulut (PMK) belum reda, sudah muncul lagi penyakit baru menyerang sapi dan kerbau. Penyakit yang menyerang sapi dan kerbau kali ini namanya Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit infeksius.

Dikatakan dokter hewan Kus Handoko Kepala Bidang kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pacitan, penyakit LSD ini umumnya menyerang sapi dan kerbau.

Laporan terakhir, sudah ada kasus di Jawa Tengah sedang terkonfirmasi positip oleh Laboratorium. Tidak berlebihan jika Pemkab Pacitan sudah mulai khawatir dan lakukan antisipasi sejak dini dengan mengusulkan permintaan vaksin sesuai dengan jumlah populasi sapi di Pacitan 800 ekor. Sedangkan populasi kerbau di pacitan menurut data dinas pertanian sejumlah 100 ekor.

“Isu Penyakit baru muncul LSD, penyakit ini menyerang sapi dna kerbau. Tanda tandanya adalah ada benjolan di kulit seperti cacar. Terakhir ini sudah ada kasus di Jawa Tengah sedang terkonfirmasi positip oleh Lab. Kemaren sudah kita sampaikan ke Provinsi minta vaksin. Di sapi perah beresiko tinggi. Mudah mudahan di ACC.”katanya

Untuk di ketahui, terkait kemunculan penyakit LSD atau kulit benjol pada sapi dan kerbau tersebut, pada tahun 2022 kali ini Provinsi Jawa Timur mendapatkan jatah vaksin 50 ribu dosis.

Di tambahkan dokter hewan Kus, meski penularan nya tidak semudah penyakit PMK akan tetapi kewaspadaan tetap harus dilakukan para petani ternak sapi dna kerbau.

“Peternak jangan panik tapi harus waspada. Penyakit LSD pada hewan sapi dan kerbau ini disebabkan virus POX. Penyakit ini muncul disaat wabah penyakit mulut dan kaki memang belum tuntas.”imbuhnya

Gejala sapi dan kerbau yang terserang penyalit kulit benjol ini diantaranya demam, timbul benjolan pada kulit dengan batas yang jelas. Selain itu muncul keropeng pada hidung dan rongga mulut serta pembengkakan pada kelenjar.

Sementara terkait kasus PMK di pacitan di klaim sudah turun. Kasus yang aktip di sapi per 5 Nopember 2022 tinggal 9 ekor yang kondisi sakit. Beberpa hari berikutnya tidak ada laporan kasus baru.

“Tapi kadang kadang muncul lagi dan itu untuk jumlah kasus yang masih sakit sudah turun dari sekitar Agustus- September kemaren.”lanjutnya

Pengendalian untuk vaksinasi PMK sudah diangka 52 ribu dosis dari target 600 ribu dosis. Jadi sekitar hampir 10 persen.

“Untuk tahap 4 kita dapat alokasi vaksin sejumlah 34 ribu dosis dan insyaAllah pada 2023 nanti kita dapat selesaikan diakhir tahun 2022 nanti. Tahap 4 ini pengulangan untuk vaksin yang kemaren.”pungkasnya

Editor: Asri

Blog, Updated at: 12.51
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03