Potensi Kemampuan Anggaran Minim, Banyak Jembatan di Pacitan Rentan Ambrol Akibat Gerusan Aliran Sungai

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Kamis, Juni 16, 2022

GrinduluFM Pacitan - Dari hasil penyusuran Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pacitan ke sejumlah Wilayah ternyata masih banyak kondisi jembatan kian mengkhawatirkan. Rentan ambrol akibat gerusan air sungai. Terutama jembatan yang saat ini belum selesai juga banyak, seperti jembatan Gunungsari, jembatan Gegeran, jembatan Borang, jembatan Kemuning dan jembatan Kembang.

“Banyak.., ada banyak sekali terutama pengerjaan jembatan yang belum selesai banyak, banyak sekali, Cuma ya itu tadi kembali pada potensi dan kemampuan anggaran kita yang sangat terbatas, apalagi dua tahun kemarin kita nggak bisa berbuat apa-apa. mudah-mudahan di tahun 2023 mulai pulihlah, kasihan masyarakat.”ungkapnya.

Dikatakan Suparlan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pacitan, salah satu penyebab jembatan di pacitan rentan ambrol karena rata-rata pondasi penyangga yang digunakan itu pondasi langsung yang posisinya pas sasaran aliran sungai, jika debit air sungai tinggi dan menerjang sasaran aliran akan memungkinkan rawan terjadinya scoring (gerusan). Seperti baru baru ini kejadian jembatan Desa Mlati Arjosari. Jembatan milik desa yang dibangun sejak 2016 lalu itu ambrol taludnya atau sayap jembatan bagian kiri. Jembatan yang dianggap sangat urgen bagi akses aktivitas warga itupun langsung dibantu ditangani Dinas PUPR secara darurat. Jika dilakukan penanganan secara permanen akan butuh biaya RP.100 an juta.

“Rencana daruratnya itu dengan menggunakan batu bolder dan ditimbun material lokal. Harapannya lalulintas bisa berfungsi kembali sesuai arahan pak bupati bahwa untuk penanganan bencana alam harus segera sat set wat wet.”katanya

Dilanjutkan Suparlan, kondisi wilayah pacitan yang berbukit jembatan harus lebih banyak dibangun. Akses jalan yang satu dengan wilayah lainnya itu harus dihubungkan sendiri sendiri. Salah satu contohnya, di sepanjang sungai grindulu ada beberapa jembatan. Memang harus begitu, jembatan harus banyak, karena dari satu jembatan itu ke jembatan lain tidak ada aksesnya.

“Kondisinya kita memang harus banyak jembatan. Kalau ada akses satu jembatan besar sudah cukup seperti itu. kita wilayah perbukitan ya harus banyak jembatan. Kalau buat jalan anggaran akan butuh lebih banyak nanti.”lanjutnya

Ditambahkan Suparlan, untuk menyentuh anggaran sejumlah jembatan yang belum terselesaikan pengerjaannya tersebut membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Jika hanya memiliki Rp.10 Miliar baru bisa menyelesaikan satu jembatan saja.

“Sepuluh miliar itu hanya untu jembatan gegeran saja, itu selesai insyaallah. Jembatan gunung sari masih butuh 5-6 miliar, jembatan gegeran kita butuh sekitar 4 miliar dan jembatan kembang itu kemarin kita desain kalau gak salah 4 miliar.”imbuhnya

Sementara progress jembatan kembang akibat bencana banjir bandang 2017 lalu hingga saat ini belum diapa-apakan karena memang lagi-lagi alasan klasik keterbatasan anggaran, sedangkan kita butuh pemerataan, di sisi lain keterbatasan anggaran harus bisa memilih perioritas. Warga saat ini menggunakan jembatan mendole.

“Kembang itu belum kita apa-apakan. Baru penanganan darurat, kita buka hanya untuk roda dua.”pungkasnya

Editor: Asri N

Blog, Updated at: 15.22
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03