Tim Pemprov Jatim dan Tim Daerah Survey Lokasi Jalan Masuk Pelabuhan Gelon, Kepala Dishub Pacitan Usul Kerjakan Yang Berat Dulu

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Kamis, Maret 03, 2022

GrinduluFM Pacitan - Tampaknya tak main-main keseriusan Pemprov Jatim untuk mendorong percepatan pembangunan pelabuhan gelon Kabupaten Pacitan yang berada di Desa Kembang.

Buktinya, Tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur datang ke pacitan untuk lakukan survey lokasi terhadap penyiapan infrastruktur jalan masuk pelabuhan gelon.

Kedatangan tim survey dari Provinsi Jatim Kamis (03/3/2022) diterima langsung oleh Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji di Halking Pendopo Kabupaten Pacitan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan Wasi Prayitno yang ikut mendampingi tim provinsi mengatakan, survey bersama yang dilakukan Kamis(03/3/2022) ini merupakan tindak lanjut hasil dari janji Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tanggal 19 Februari 2022 saat kunjungan ke Pacitan untuk membantu membangunkan akses jalan masuk ke pelabuhan sepanjang 3,1 kilo meter.

“Ada tim dari Provinsi yang terdiri dari Dinas PU Binamarga Provinsi, Bappeda Provinsi dan dari Dinas Perhubungan Provinsi survey untuk tindak lanjut perintah Gubernur yang berkaitan dengan pembangunan akses jalan masuk ke gelon.”katanya

Ditambahkan Wasi, dalam survey itu tadi belum ada kesimpulan apa yang akan di kerjakan. Tetapi di dalam survey tersebut akan menganalisis dalam perubahan anggaran APBD Provinsi 2022 ini, mengingat waktunya sangat mendesak. Meskipun komitmen Gubernur pembangunan itu akan dilanjutkan di Tahun anggaran APBD 2023.

“Apa yang bisa dilakukan, apa yang bisa dikerjakan masih dianalisis. Apakah yang mudah dulu yang jalan rata ataukah yang berat dulu. Karena perubahan kan biasanya bulan bulan Agustus September, sisa waktu tinggal 2 -3 bulan. Nah tenggan waktu singkat itu yang memungkinkan dilaksanakan apa.”tambahnya

Sangat besar harapan Pemerintah Daerah, pembangunan itu bisa dilaksanakan di tahun sekarang, apapun yang bisa dilakukan sekarang, kemudian nanti dikerjakan lanjutannya pada tahun 2023.

Wasi Prayitno menyarankan, agar pengerjaannya yang berat dulu misal potong gunung dan materialnya di gunakan untuk menguruk lokasi di sekitar nya, kalau yang sudah rata sudah bisa di lewati.

“Itu yang daratan kan 2 kilo, total 3,1 berarti yang motong gunung itu 1,1 kilometer. Kalau usul saya potong gunung. yang terdekat justru harus yang berat dulu yang dikerjakan, tapi keputusan masih dianalisis oleh tim Provinsi.”sarannya

Menurut Wasi, jika gunung dibelah maka kalau jalan itu sudah bisa asal lewat saja, nanti mobilitasi untuk dermaga akan lebih mudah.

“Ya dalam survey tadi ada dua pilihan, dikerjakan yang gampang dulu misal aspal atau yang berat dulu potong gunung. Kalau saya lebih menyarankan potong gunung dulu agar tidak sia-sia. Soalnya kalau aspal dulu akan cepat rusak nanti eman eman.”pungkasnya

Editor: Asri N

Blog, Updated at: 16.16
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03