BPBD: Perlu Waspada Dini, Sering Terjadi Gempa Kecil Kecil tapi Warga Pacitan Tak Rasakan Goncangan

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Rabu, Maret 02, 2022

GrinduluFM Pacitan - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat ada dua hingga tiga kali gempa kecil kecil dalam seminggu di wilayah Pacitan. Tapi warga tak rasakan goncangan nya.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan Erwin Andriatmoko mengatakan, sebenarnya per minggu gempa sering terjadi hanya saja warga tidak merasakan goncangan. Kondisi itu harus dipedomani warga masyarakat Pacitan bahwa di selatan Pacitan sering terjadi gempa akibat sesar sesar naik yang banyak dijumpai pada zona tumbukan lempeng. Untuk mengetahui kekuatan energi yang tersimpan dan yang sudah di lepas harus terus di lakukan penelitian oleh ahlinya. Sedangkan BPBD Pacitan tidak punya ahli gempa dan alat pendeteksi.

“Memang benar, kita wilayah Pacitan ini intensitas gempa per minggu itu ada dua hingga tiga kali.”katanya

Data Pusdalops PB BPBD Pacitan mencatat selama Januari 2022 sudah tercatat ada 27 kali gempa skala kecil. Sedangkan Februari ada 10 kali gempa dan Maret tercatat ada 2 kali gempa. Total gempa selama Januari hingga awal Maret 2022 sudah ada 39 kali gempa skala kecil 2,9 hingga 3,4 SR.

“Tekait sering muncul gempa kecil kecil ini, jujur saja tidak bisa kita hindari, hanya saja kita berharap pada masyarakat untuk tetap waspada. Yang penting waspada, apalagi daerah rawan terutama di pinggir pantai manakala terjadi gempa dengan skala tertentu yang akibatkan potensi tsunami.”ungkap Erwin

Erwin menegaskan, wajar terjadi gempa kecil kecil di daerah rawan gempa seperti Pacitan sehingga tak perlu dikhawatirkan akan tetapi harus tetap waspada dini.

Sementara itu Erwin melanjutkan, terkait jalur evakuasi itu sudah berdasarkan survey dan yang dipilih tempat aman bahkan sudah di petakan sejak lama.

“Tugas kami disini hanya perawatan, karena berbahan logam dan di pinggir pantai. Seperti kemaren kita sudah membenahi tiga rambu keropos.”ungkapnya

BPBD mengklaim berupaya mengontrol keberadaan rambu sehingga rambu rambu evakuasi itu selalu terpelihara.

“Dan saya harap, warga jangan sampai merubah arah panah evakuasi. Saya tukatkan ini. Saya baru berpesan jangan sampai merubah arah karena akan fatal akibatnya.”pungkasnya

 

Editor: Asri N

Blog, Updated at: 15.32
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03