Gaji Dibawah Rp 1 Juta , Picu Tiga Ribu Lebih Warga di Pacitan Kemiskinannya Ekstrim 'Parah'

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Jumat, Februari 04, 2022

GrinduluFM Pacitan - Berita resmi statistik Profil Kemiskinan di Pacitan, Maret 2021 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Pacitan melalui Zoom, Kamis, (03/2/2022) menyebutkan kemiskinan menjadi isu utama yang harus diperhatikan oleh Pemerintah Daerah untuk segera mengambil langkah jitu menuntaskannya. Jika tidak ingin angka kemiskinan di Pacitan dalam posisi zona merah di Provinsi Jawa Timur.

Kepala BPS Pacitan Bagyo Trilaksono mengatakan, kemiskinan di Pacitan itu lebih dipicu dari kurangnya perolehan penghasilan. Mayoritas warga di Pacitan dalam sebulan mendapatkan penghasilan sangat minim. Warga dapat gaji Rp.1 juta bahkan ada yang hanya Rp.800 ribu dan fakta di lapangan ada yang lebih rendah dari itu, misal Rp.400 ribu perbulan. Padahal, kemiskinan berkaitan erat dengan perekonomian masyarakat dan perekonomian masyarakat berkaitan dengan pendapatan atau penghasilan Rumah Tangga.

“Dengan garis kemiskinan 309 ribu per kapita, kalau rata-rata dalam satu rumah ada 4 orang berarti total penghasilan Rp.1.300.000. Di sinilah masalahnya, bagaimana warga di Pacitan bisa memperoleh penghasilan sekitar itu. Intinya di situ.”kata Bagyo

Ditambahkan Bagyo, kalau penghasilan atau gaji masyarakat Pacitan masih di bawah Rp. 1 Juta atau kurang di bawahnya, kondisi kemiskinan akan menjadi seperti lingkaran setan, alami kenaikan terus dalam setiap tahun.

“Di Pacitan ada sekitar 6 persen masyarakat yang kemiskinannya ekstrim, ada 6 persen itu yang parah memang 6 persen itu, yang lainnya gak terlalu.”tambahnya

Data yang dirilis BPS, Kamis (3/2/2022) untuk kondisi garis kemiskinan di Pacitan bulan Maret 2021 sebesar Rp.309.655,00 per kapita per bulan bertambah sebesar Rp.13.384,00 per kapita per bulan dibandingkan tahun 2020 hanya Rp. 296.271,00 memang naik, akan tetapi kondisi kecilnya penghasilan itulah yang menyebakan sulitnya merubah 3 ribu warga di Pacitan dari status miskin parah.

“Jumlah penduduk miskin dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan di Kabupaten Pacitan pada bulan Maret 2021 mencapai 84,19 ribu jiwa. Jumlah ini bertambah sebesar 1,36 ribu jiwa, bila dibandingkan dengan kondisi Maret 2020 yang sebesar 80,82 ribu jiwa.”jelas Bagyo

Selain di picu rendahnya gaji bulanan warga di Pacitan, faktor bertahannya kemiskinan di Pacitan diduga terkait aktifitas perekonomian masih belum pulih sebagai dampak Pandemi Covid-19. Hal ini tercermin dari informasi big data, pergerakan masyarakat yang rata rata masih-0,12 terhadap kondisi Februari 2020(kondisi sebelum pandemi) faktor kedua karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat PPKM sehingga membuat warga lebih banyak berdiam diri di rumah saja.

Bagyo melanjutkan, kenaikan kemiskinan tidak terlalu banyak, yang perlu mendapat perhatian penanganan sebenarnya yang tambahan kemiskinan ekstrim atau parah 6 persen atau 3 ribuan jiwa ini.

BPS akan kembali menurunkan petugas survey bulan Maret 2022 terkait kemiskinan. Kepala BPS Pacitan berharap Pemerintah Daerah sebelum Maret itu sudah bisa menggelontorkan program bantuan ke warga miskin parah tersebut sehingga bisa membantu untuk merubah kondisi status miskin parah yang jumlahnya belum terlalu banyak.

“Kedalaman kemiskinan kita itu gak terlalu dalam, kesempatan ini sebenarnya bisa diangkat status kesejahteraan masyarakat itu, melalui program bantuan Pemerintah Daerah yang katanya berupa barang maupun santunan itu, kalau bisa bulan Februari ini sudah bisa cair, karena apa saat nanti kita survey di Maret kalau mereka belum dapat apa apa ya bisa lagi bertahan di bawah garis kemiskinan.”tutup Bagyo.

Editor: Asri N

Blog, Updated at: 14.05
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03