Jumlah Rasio Dokter Terhadap Jumlah Penduduk Di Pacitan Masih Jauh Dari Ideal

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Sabtu, Januari 08, 2022

GrinduluFM Pacitan - Keengganan atau kurang minat mengabdi di daerah terpencil seperti di Kabupaten Pacitan menjadi salah satu faktor kenapa produksi tenaga kesehatan khususnya dokter hingga kini masih menghadapi masalah. Buktinya, dari tahun ke tahun, jumlah dokter di Kabupaten Pacitan menunjukan angka sangat minim, apalagi dokter spesialis.

Sampai saat ini jumlah dokter di Kabupaten Pacitan ada 118, dengan rincian 25 dokter spesialis dan 93 dokter umum. Kondisi tersebut sangat jauh dari ideal terhadap jumlah penduduk di Kabupaten Pacitan 586.110 jiwa dengan rasio dokter umum 1:6.300. Hal itu terungkap dalam sambutan dr. Johan Tri Putranto Ketua Panitia Pelantikan IDI Kabupaten Pacitan Periode 2021-2024, Sabtu(08/1/2022)

“Rendahnya jumlah dokter terhadap jumlah penduduk di pacitan saat ini merupakan tantangan dari kami untuk menciptakan masyarakat pacitan sejahtera dan bahagia.”sambutnya

Jauh dari ideal jumlah dokter di Kabupaten Pacitan terhadap jumlah penduduk ikut dikuatkan oleh DR.dr.Sutrisno, Sp.OG Ketua IDI Wilayah Jawa Timur yang hadir dalam pelantikan pengurus IDI Kabupaten Pacitan.

Menurutnya, jumlah dokter di Kabupaten Pacitan memang masih jauh dari ideal berdasarkan data rasio WHO. Seharusnya 1 dokter menangani 5 ribu penduduk. Saat ini baru ada 118 dokter untuk 586.110 jiwa.

“Melihat jumlah penduduk pacitan yang hampir 600 ribu saya kira rasio antara dokter dengan masyarakat itu memang masih kurang. Jadi dokter 1 dokter melayani 5 ribu penduduk itu yang ideal.”jelas dr.Sutrisno

Ditambahkan dr.Sutrisno, rendahnya produksi dokter di Kabupaten Pacitan itu merupakan tugas pemerintah daerah bagaimana menjadikan pacitan ini bisa menarik minat dokter umum dan dokter spesialis hidup berkarya di pacitan.

“Ini tugas dari pemerintah bagaimana menjadikan pacitan ini bisa menarik minat para dokter umum dan spesialis untuk hidup berkarya di pacitan. Kemudian tugas dari organisasi profesi bagaimana menarik minat dokter muda untuk berkenan datang dan berkarya di pacitan.”tambahnya

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengharap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Jawa Timur bisa ikut membantu ketersediaan dokter di pacitan agar tidak kurang. Selain itu bagi pelajar yang masih duduk di bangku sekolah SMA/MA/SMK agar memiliki niat dan minat untuk melanjutkan ke sekolah kedokteran.

“Selain itu saya juga berharap bahwa kita mempunyai putra-putri yang masih sekolah bisa melanjutkan pendidikan kedokteran. Harapannya setelah jadi dokter bisa kembali pulang mengabdi di kabupaten pacitan.”tutur Bupati Aji

Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Pacitan Rudi Handoko memberikan catatan khusus terkait produksi dokter di Pacitan dari tahun ke tahun yang terus saja masih menjadi permasalahan karena jumlahnya yang ternyata masih sangat rendah.

Jika kondisi itu tidak segera diambil sikap sebagai langkah gerak cepat oleh Pemkab dikhawatirkan akan membahayakan jika sewaktu-waktu ada ledakan wabah penyakit. Dan kejadian itu sudah terbukti saat terjadinya badai kasus Covid-19 memuncak Juli 2021 lalu.

Di mana saat itu hampir dari jumlah dokter yang bertugas terkena paparan Covid-19 sehingga pelayanan pada pasien sempat terhenti total.

Tidak ingin kondisi itu terulang kembali, dan sangat mengejutkan terungkapnya jumlah dokter di pacitan hanya 118 jika dibanding jumlah penduduk pacitan memang sangat jauh dari ideal, Rudi Handoko mendesak agar penempatan dokter menjadi perioritas utama untuk dicarikan solusinya.

“Kita harus mencari apa penyebabnya dokter umum apalagi dokter spesialis tidak berminat tugas di pacitan.Apakah kecilnya pendapatan atau kesejahteraan ataukan penyebab lain kita harus segera duduk satu meja dengan Dinas Kesehatan dan juga RSUD untuk menemukan solusinya. Setelah pelantian IDI ini kami Komisi II akan memanggil pihak terkait untuk dengar pendapat.”kata Rudihandoko

Dilanjutkan Rudi Handoko, jika mengamati dari formasi yang dibuka dalam perekrutan Aparatur Sipil Negara (ASN) beberpa kali dibuka tampaknya juga sepi peminat. Setidaknya formasi yang dibuka tidak ada yang terisi.

“Dengan kekurangan dokter di pacitan kita berharap baik-baik sajalah, akan tetapi kita harus memikirkan bersama terobosan apa saja agar dokter kerasan, betah tugas di Pacitan, termasuk menyekolahkan dokter muda putra daerah.”pungkas Rudi Handoko

Ketua Pengurus IDI Kabupaten Pacitan yang baru dilantik dr. Azhar Nur Fathoni, Sp.THT menggantikan Ketua IDI sebelumnya dr.Agus Subiyanto

Editor : Asri N

Blog, Updated at: 14.49
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03