Dampak Pandemi, Tahun 2020 Laju Pertumbuhan Ekonomi Pacitan Minus 1,84%

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Senin, Januari 31, 2022

GrinduluFM Pacitan - Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pacitan, tahun 2020 pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pacitan alami pelambatan dan minus 1,84%.

Lambatnya pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pacitan pada tahun 2020 tersebut disampaikan dalam acara Konsultasi Publik Ranwal RKPD Kabupaten Pacitan Tahun 2023 dalam gambaran umum Kabupaten Pacitan.

“Gambaran umum Kabupaten Pacitan tahun 2020 pertumbuhan ekonomi:-1,84%, PDRB ADHK:10,84T. PDRB ADHB: 15,78 T dan PDRB Per Kapita: 28,39 Juta.”sambut Indrata Nur Bayuaji Bupati Pacitan

Sementara Bagyo Tri Laksono Kepala BPS Pacitan membenarkan untuk laju pertumbuhan ekonomi tahun 2020 memang alami pelambatan, -1,84%.

Lanjut Bagyo, sebenarnya kalau dilihat dari Kabupaten lain di Jawa Timur, Kabupaten Pacitan tidak terlalu jatuh angka laju pertumbuhan ekonomi di angka -1,84%.

“Kita nggak terlalu jatuh kok, ada Kabupaten lain sampai minus 3,6 persen ada yang 2 persen. Karena ini secara nasional ya di Jawa Timur semua minus 2,4%.”kata Bagyo

Salah satu penyebab melambatnya laju pertumbuhan ekonomi di Pacitan tahun 2020 itu karena pandemi Covid-19.

“Adanya pembatasan jam kerja, ada waktu usaha di saat gelombang Covid-19 ke 2 otomatis itu mengurangi mobilitas warga manakala mobilitas masyarakat berkurang juga perputaran uang akan berkurang.”jelasnya

Sementara dalam gambaran umum Kabupaten Pacitan juga di laporkan kondisi Infrastruktur tahun 2021, disebutkan untuk Jalan Mantap:65,93%, Layanan Air Bersih: 74,47% dan Laju Pertumbuhan Penduduk: 5,54%.

Meski tahun 2020 pertumbuhan ekonomi turun, namun kabar yang cukup menggembirakan bakal tampak di tahun 2022 meskipun hal ini masih dalam proses penghitungan, kemungkinan besar pertumbuhan ekonomi di Pacitan sudah mulai bergerak karena di akhir tahun 2021 banyak usaha yang sudah mulai buka. Termasuk andalan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pacitan yang digadang-gadang yaitu kawasan wisata.

“Hampir 80 persen pulih tahun 2022 termasuk kita lihat transportasi di terminal bus banyak keluar masuk, aktivitas tampak normal lagi.”pungkas Bagyo.

Editor: Asri N

Blog, Updated at: 13.10
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03