Paripurna Keputusan Raperda APBD 2022 Ditunda, Potensi Penetapan Lewat Perkada Ujungnya Masyarakat Yang Dirugikan?

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Kamis, November 25, 2021

GrinduluFM Pacitan-DPRD Kabupaten Pacitan gagal menetapkan APBD 2022 karena rapat paripurna yang di gelar Selasa malam(23/11/2021) tidak penuhi kuorum. Dari 45 anggota DPRD hanya 29 orang yang hadir sesuai absensi.

Sudah sejak lama agenda paripurna di DPRD Pacitan tidak ada penundaan alias berjalan lancar lancar saja. Akan tetapi untuk agenda paripurna pengambilan keputusan Raperda APBD 2022 kali ini penundaan itu baru terulang lagi di Gedung DPRD.

Indrata Nur Bayuaji Bupati Pacitan menyayangkan sebenarnya dengan sikap anggota dewan lain yang tidak hadir. Sebab, jika hingga batas waktu yang di tentukan yaitu 3 hari penundaan ternyata masih saja tidak kuorum maka berpotensi kemungkinan penetapannya melalui Peraturan Kepala Daerah atau Perkada. Dan di lakukan sama dengan anggaran tahun sebelumnya.

“Kalau kami itu hanyalah sebuah dinamika, kalau tadi malam paripurna tidak kuorum saya pikir itu hal biasalah.mungkin semangatnya semua intinya kalau saya berpikir untuk rakyat itu saja.”kata Aji

Betulkah Penundaan APBD 2022 demi untuk rakyat?ataukah hanya demi untuk sekelompok orang?

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Pacitan Roni Wahyono menjelaskan, kondisi penundaan keputusan raperda APBD 2022 tersebut memang berimbas pada sejumlah program yang seharusnya perlu penguatan di tahun 2022 tidak terlaksana. Dengan kondisi seperti ini sebetulnya masyarakat juga di rugikan. Karena banyak aspirasi masyarakat juga ikut tertunda. Apalagi jika APBD penetapannya melalui perkada tidak bisa memuat semua kegiatan yang direncanakan.

“Mudah mudahan jumat 26 Nopember 2021 nanti peripurna berjalan lancar tidak ada penundaan karena banyak anggota yang tidak hadir.”jelas Roni

Seperti di ketahui, ketidak hadiran anggota DPRD dalam rapat paripurna Selasa malam(23/11/2021) memang banyak memunculkan anggapan anggapan yang berbeda. Apalagi ketidak hadiran anggota terutama dari Fraksi Golkar ikut memunculkan rembetan persepsi yang selama ini memang menjadi pertanyaan yang di pendam dalam hati oleh warga. Benarkah keharmonisan antara Golkar yang mengusung Wakil Bupati Gagarin dan Demokrat yang mengusung Bupati Indrata Nur Bayuaji tak lagi manis??

Editor : Asri Nuryani

Blog, Updated at: 14.15
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03