Terobos Kawasan Wisata ‘Ditutup’ Saat PPKM, Wisatawan Hilang Belum Ditemukan Di Pantai Ngirboyo

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan - 104,6 MHz on Senin, 04 Oktober 2021

Grindulu FM Pacitan - Nekat nerobos saat maghrib ke kawasan pantai Ngirboyo, Ds.Widoro Kecamatan Donorojo yang sudah dipasang palang bambu dengan tulisan ‘ditutup’ di tengah PPKM Level 3, rombongan pengunjung sejumlah 25 orang dari Solo tersebut harus kehilangan salah satu temannya. “Belum, belum, masih tutup kawasan itu. Masuknya tetep lewat pintu utama namun demikian masuknya malam hari. Itu karena akses satu satunya menuju pantai. Sudah ditutup untuk wisata dan bahkan sudah dipasang rambu rambu dan palang tapi diterobos.”kata Kapolsek Donorojo Ipda Supriyadi.
Saat mereka asyik bermain di tepi pantai, berolahraga, lari lari di pantai sekitar jam 17.30 dua orang terseret arus. Kedua wisatawan itu bernama bahtiar dan Muhammad dwi palepi. Namun satu diantaranya yang bernama Muhammad Dwi Palepi (41) Laki laki, warga Makam haji Kartosuro Sukoharjo Jateng dikabarkan terseret ombak dan sampai hari ini, Senin(04/10/2021) belum ditemukan jasad nya. 

Kapolsek Donorojo AKP Supriyadi membenarkan kejadian kecelakaan laut tersebut. Penyisiran dilakukan dari kawasan pelabuhan Tamperan hingga sepanjang kawasan pantai Ngirboyo oleh Petugas TNI-Polri, BPBD, basarnas dibantu karangtaruna dan relawan. 

Namun hingga Senin sore belum ada hasil. “Belum belum, ini dari TNI-Polri ada kemudian bpbd ada berikut dari karangtaruna dan relawan melakukan penyusuran mencari jasad korban sampai nanti waktu yang telah ditentukan.”jelas Ipda Supriyadi.

Mereka terhempas ombak karena memang diinformasikan jika saat ini gelombang laut di pantai Ngirboyo besar. Sementara Didik Alih Wibowo Kepala Pelaksana BPBD Pacitan dalam kesempatan berbeda menjelaskan, rombongan masuk ke kawasan wisata malam hari, dan kondisi kawasan wisata dalam keadaan masih ditutup sehingga tidak terpantau.

“Layanan untuk tujuan wisata ditutup. Malam hari mereka datang bermalam di lokasi hingga kejadian. Yang jelas dua orang itu duduk di pasir membelakangi ombak tiba tiba gelombang tinggi dan tersapu ombak. Satu bisa menyelamatkan diri, sedangkan satu lagi terseret belum ditemukan. Saat itu ombak setinggi 3 meter hingga 4 meter.” pungkas Didik Alih Wibowo.

Editor : Asri Nuryani

Blog, Updated at: 17.18
Comments
0 Comments