Ada Langgam, Parikan dan Isitlah Istilah RPJMD Dimunculkan Saat Sidang Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Fraksi

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan - 104,6 MHz on Rabu, 06 Oktober 2021

Grindulu FM Pacitan - Suasana berbeda diperlihatkan sejumlah fraksi fraksi melalui juru bicaranya di rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pacitan dalam agenda penyampaian umum fraksi fraksi yang dihadiri Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dan Wakil Bupati Pacitan Gagarin serta sejumlah Kepala OPD di Lingkup Pemkab, Rabu(06/10/2021).
Pada saat sidang paripurna, juru bicara fraksi memang sering menjadi perhatian saat menyampaikan di depan podium entah itu logatnya, volume bicaranya atau hal hal kritis dan lucu yang diucapkan memang terkadang membuat berubahnya suasana. Misal seperti yang disampaikan Arifin juru bicara Fraksi PKB dalam mengkritik Kebijakan Pemerintah memakai nyanyian Langgam jowo “Di pondok wonten Abah Nyai ingkang tulus ikhlas mengasuh kulo. Amargi teng pondok wonten ibu Nyai ingkang kerso ndamelke kopiii”, setelah menyanyikan lirik tersebut Arifin mohon maaf, jika suaranya menyanyi tidak semerdu suara Bupati Indrata. “Maaf Pak Bupati kalau suaranya mungkin lebih bagus pak bupati, tapi kalau mungkin lebih bagus saya mohon maaf.”kata Arifin disertai tawa kecil dari para audiens.
Dari lyrik yang dibawakan itu ternyata hanya ingin menanyakan saja pada Bupati dan Wakil Bupati tentang pendanaan penyelenggaraan pesantren dan keberpihakan pemerintah daerah yang tidak hanya sekedar jadi panggung tapi butuh tindakan yang kongkrit dan nyata. “Ini kami menyanyikan lagu bukan hanya sekedar biar viral tapi butuh tindakan kongkrit dan nyata atas keberpihakan Daerah pada Pondok Pesantren.”ujarnya.

 Kemudian istilah RPJMD muncul saat Handoyo Aji Juru bicara Fraksi Gabungan Gerakan Keadilan Pembangunan bertugas menyampaikan Pemandangan Umumnya. “Kita sudah beberapa ganti Bupati, gonta ganti RPJMD masih banyak jalan kabupaten yang rusak. Mestinya kita malu menjadi pegawai pemerintah bertahun tahun DPRD atau ketua DPRD berperiode periode Laa Haula Wa Laquata Illa Billah RPJMD dulu hanya menjadi istilah R(Rusak) P(Parah) J(Jalan) M(masayarakat) D(Desa)”kata Handoyo dalam penyampaiannya yang diikuti tawa kecil dari anggota dewan perwakilan rakyat daerah yang hadir.

Tidak mau kalah dengan Fraksi lainnya yang bikin suasana beda, Juru Bicara Fraksi Nasdem-Hanura Hariawan ST. yang mendapat giliran terakhir hanya singkat menyampaikan pemandangan umumnya. Intinya satu tanyakan kesanggupan daerah dengan kemampuan keuangan yang dimiliki mencukupikah semuanya yang menjadi aspirasi masyarakat melalui DPRD. 

Di akhir penyampaian pemandagangan umumnya tiba tiba Hariawan mengucapkan parikan jawa ”ONDE – ONDE, AREM-AREM lan KOPAT.., RPJMD KAGEM RAKYAT!?.” tutup Hariawan menyudahi acara penyampaian pemandangan umum fraksi fraksi tentang RPJMD 2021-2026 di sidang paripurna DPRD.

Suasana berbeda penuh dengan candaan saat sidang paripurna RPJMD tersebut juga ikut ditanggapi Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji. Indrata menganggap itu lebih menarik dan terasa segar dari pada yang kemaren. “Menarik sekali sekarang suasananya di DPRD ini, artinya lebih apa namanya, lebih segar demikian kalau saya mengartikan.”pungkas Indrata saat diwawancarai usai rapat paripurna.

Editor : Asri Nuryani

Blog, Updated at: 16.00
Comments
0 Comments