Ketua Komisi 2 DPRD Lancur Susanto: Kalau Lihat Progres Dinkes, Pesimis Target 70 Persen Vaksin Di Pacitan Hingga Akhir Desember Terpenuhi

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Rabu, September 22, 2021

Grindulu FM Pacitan - Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Pacitan Lancur Susanto mengaku pesimis dengan target vaksinasi Covid-19 hingga akhir Desember harus capai 70 persen. Masalahnya sampai hari Rabu (22/09/2021), sesuai laporan Dinas Kesehatan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan komisi 2 di Gedung DPRD, progresnya masih sangat jauh di capaian angka. Bahkan waktu tinggal 3 bulan memasuki Desember.

“Tapi kalau lihat progress kok pesimis ya, satu minggu kurang lebih hanya 7 ribu yang tergarap. Ya kita juga paham dengan kiriman vaksin yang hanya sedikit, tapi ayolah dinas kesehatan untuk tidak bosan bosan jalani jurus jitu lakukan terobosan mengusulkan jatah vaksin dapat lebih banyak dengan gigih” kata Lancur Susanto.

Ditambahkan Lancur Susanto, melihat masih adanya warga yang enggan ikut vaksin memang untuk program herd immunity Covid-19 melalui vaksinasi tersebut menunjukan masih butuh perjuangan sangat panjang untuk Pacitan bisa tercapai selama tiga bulan kedepan. Untuk itu komisi 2 dalam rapat dengar pendapat APBD–P TA 2021 dengan dinas kesehatan lebih menekankan pada titik focus vaksinasi Covid-19 yang baru capai 20,26 persen. Artinya ini kan perlu dorongan agar dinas kesehatan lakukan terobosan. Selain itu komisi 2 juga mempertanyakan, kenapa kok baru capai 20,26 persen mengingat di Kabupaten Kabupaten lain saja sudah di atas itu. Kalau mengambil estimasi progres itu masih jauh dari 580 ribu penduduk pacitan. Kurang lebih masih ada 470 an ribu warga belum tervaksin. Sedangkan, di rapat dengar pendapat tadi baru ada 147-150 yang divaksin.

“Artinya ini kan butuh perjuangan, vaksinasinasi ini butuh perjuangan dari semua pihak. Kami menekan kan pada dinas kesehatan agar lakukan terobosan dengan lebih cekatan melobi Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, jangan kalah dong dengan Kabupaten lain yang lebih rendah kasus positifnya tapi justru dapat droping vaksin lebih banyak bahkan prosentase warga yang telah tervaksin juga lebih tinggi Kabupaten tetangga. Kenapa ini, kami pertanyakan ini, kenapa lambat” tegas Lancur.

Herd Immunity warga Pacitan menurut Lancur sangat penting untuk diperioritaskan secepatnya apalagi penyebaran Virus Corona di Pacitan belum bisa diajak bersahabat sampai saat ini. “Semua warga Pacitan harus tervaksin secepatnya.” tegas Lancur.

Ketua Komisi 2 DPRD juga mengapresiasi lembaga swasta yang ikut peduli dengan capaian vaksinasi covid-19 seperti yang sudah dilakukan oleh perusahaan swasta dan Partai politik. Dorongan Komisi 2 DPRD agar tercapainya target vaksin covid-19 di pacitan dibuktikan tidak hanya melalui masukan lewat dengar pendapat saja, akan tetapi terkait anggaran ternyata support Komisi 2 DPRD juga tidak tanggung tanggung. “Kalau anggaran kami mendorong di APBD-P 2021 ini demi terselanggaranya vaksin untuk alokasi anggaran 4 Miliar 900 Juta sekian diantaranya untuk pengadaan jarum suntik.” tambah Lancur.

Sementara dokter Hendra Purwaka Plt.Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan menanggapi rasa pesimis Komisi 2 DPRD tersebut suatu hal yang sah-sah saja. Jika kondisi ketersediaan vaksin di pacitan dari jumlah droping provinsi juga masih sama sekitar itu-itu saja yakni antara 3000 dosis seminggu sekali setiap jumat dipastikan target tidak tercapai akhir desember nanti 70 persen warga pacitan sudah harus tervaksin. Upaya yang bisa dilakukan DInas Kesehatan Kabupaten Pacitan saat ini tetap melaksanakan vaksinasi secara marathon di sesuaikan dengan jumlah datangnya vaksin.

“Kalau ada vaksin ya digarap. Sehari minimal 4 ribu hampir 5 ribulah. Tenaga vaksinator kita ada di 32 lokasi sudah punya. Kemudian apd petugas juga siap. Tinggal itu tadi lho, tergantung vaksin ada kita garap. Hanya itu yang kita bisa lakukan sekarang ini. Lha kan vaksin itu kita dikirim dari proivinsi atau pusat kita maish bergantung dari kiriman.” jelas dokter Hendra.

Ditambahkan dokter Hendra, sebenarnya idealnya kalau mau tercapai target akhir Desember nanti 70 persen sesuai standart nasional untuk pacitan itu sehari harus bisa vaksinasi 5 ribuan. Seminggu vaksin harus tersedia 25 ribu dosis baru optimis target bisa tercapai. “Kita payah, susah untuk dapatkan kiriman 25 ribu dosis dalam seminggu. Saat ini kita hanya dapat kiriman 3000 dosis seminggu.” kata dokter Plt. Kepala Dinas Kesehatan.

Selain nyentil soal progres vaksinasi covid-19 yang masih tipis, Komisi 2 DPRD juga mengingatkan Dinas Kesehatan untuk tegas kepada rekanan proyek fisik yang ada di 5 lokasi dengan anggaran yang dinilai sangat besar. Terkiat waktu penyelesaian harus diperhitungkan dengan tetap menjamin kualitas. Karena menurut laporan anggota komisi 2 hasil dari sidak pada sejumlah proyek di naungan dinas kesehatan untuk wilayah barat ternyata ditemukan ada yang tidak beres. 

Untuk itu pengawasan komisi 2 pada pengerjaan proyek fisik mitra komisi 2 akan dipertajam lagi. “Ada 5 kegiatan fisik yang ada di ngile, punung, wonokarto,kebonagung itu nilai besar. Artinya ini menjadi pengawasan kita bersama, kelihatan megah tapi karena terburu buru pekerjaan tidak terjaga dengan baik. Komisi 2 dalam hal ini menekankan pengawasan intensif secara internal maupun eksternal. Ini sudah dikejar waktu juga.” tutup Lancur Susanto Ketua Komisi 2 DPRD Pacitan menyudahi wawancara.

Editor : Asri nuryani

Blog, Updated at: 16.28
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03