48 Guru di Pacitan Meninggal Selama Pandemi Covid-19

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan - 104,6 MHz on Rabu, 08 September 2021

Grindulu FM Pacitan - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pacitan Daryono menyebutkan, selama pandemi Covid-19 mewabah di Pacitan sebanyak 48 tenaga pendidik(guru) di Pacitan meninggal dunia. Laporan secara resmi apakah guru itu meninggal terpapar positif Covid-19 ataukah tidak belum diketahui oleh Daryono. Akan tetapi secara tegas dikatakan Daryono, selama pandemi mewabah satu tahun lebih data yang masuk ke diknas ada 48 guru meninggal sebelum masa pensiun. “Kalau sampai hari ini 48 guru meninggal sebelum posisi pensiun pada masa pandemi.”kata Daryono.

Dilanjutkan Daryono, mereka meninggal sebelum pensiun atau masih aktip sebagai pengajar. Data itu di terimanaya sejak setahun terhitung sejak 17 maret 2019 dimana virus corono masuk pacitan. “Saya punya data 48 guru selama pandemi meninggal sebelum pensiun, kalau positif atau tidaknya itu pihak RS yang tahu. Guru yang meninggal ada yang usia muda dan usia tua.”ungkap Daryono.

Kondisi ini tentu sangat memberatkan dunia pendidikan di pacitan. Saat ini pendidikan di pacitan masih sangat kekurangan tenaga guru, namun faktanya juga banyak yang meninggal di saat pandemi corona mewabah. Sesuai data Diknas, saat ini pacitan masih kekurangan tenaga guru mencapai 3 ribuan lebih sesuai data usulan pengajuan rekrutmen CPNS ke Pemerintah Pusat.

Oleh karena itu tidak berlebihan jika pembelajaran tatap muka dibuka kembali dengan begitu banyak catatan dan aturan yang wajib di laksanakan masing masing lembaga sekolah. Termasuk guru wajib vaksin sebelum tatap muka dengan murid di kelas. Jika tidak bisa tunjukan kartu vaksin maka di larang bagi guru mengajar di tengah pandemi corona ini. Namun sayangnya, data yang diperoleh dari Diknas menyebutkan, masih ada sekitar 600an guru yang dilaporkan belum vaksin dengan berbagai alasan.

“Kita ikut sedih prihatin banyak guru meninggal selama pandemi Covid-19 karena itu saya mohon bagi guru yang masih ogah ogahan vaksin segera proaktip mencari pusat pelayanan vaksin sebagai jaminan keselamatan anak di sekolah maupun bagi guru itu sendiri saat Pembelajaran tatap muka sudah di mulai uji coba.”jelas Daryono.

Editor : Asri Nuryani

Blog, Updated at: 15.33
Comments
0 Comments