Setahun Covid-19 di Pacitan, Memang Memprihatinkan Tapi Harus Dihadapi

Posted by Radio GrinduluFM Pacitan - 104,6 MHz on Rabu, 03 Maret 2021

Grindulu FM, Pacitan -Sejak Covid-19 melanda Indonesia dan masuk Pacitan Bulan Maret 2020 dari klaster Sukolilo, kondisi Pacitan jadi perbincangan apalagi ada penambahan terus setiap harinya kasus aktif yang terpapar dari klaster sukolilo tersebut yang mengakibatkan diberlakukan isolasi satu desa saat itu. Sudah setahun pandemi ini melanda Pacitan, membuat rasa cemas takut itu belum bisa hilang. Sulit sekali rasanya untuk menghindar karena sudah menyebar. Masyarakatpun hanya bisa menjaga diri keluarga dan lingkungan dengan perilaku bersih melalui mencuci tangan pakai sabun yang rajin, jaga jarak dan memakai masker.

Nurul Huda saat itu menjabat Kepala Kementrian Agama Pacitan orang yang pertama terpapar virus Corona di Pacitan ini harus menyeret seluruh keluarganya, tetangganya hingga warga satu desanya di isolasi. Dikatakan Nurul Huda, Ceritanya banyak nggak bisa diulang lagi, tapi yang penting orang yang kena Covid-19 itu jangan disingkirkan tapi beri motivasi. Bukan karena Covidnya tapi karena depresi atas perlakuan masyarakat yang tidak manusiawi sehingga membuat penderita Covid-19 depresi luar biasa. Hanya orang orang yang tabah saja yang tahan dengan status positif Covid ini. “Kemaren saya hampir gila itu, beban distatus covid-19 itu sudah berat ditambah lagi perlakuan masyarakat yang menyingkirkan.Tolonglah untuk pasien Covid-19 jangan dimusuhi.”tutur Huda Akibat dari status orang yang positif Covid-19 itu, huda mengatakan hampir gila karena depresi berat. “Saya merasa hampir gila saat itu karena di singkirkan warga gara gara berstatus positif Covid-19.”imbuhnya Namun sekarang semua sudah berakhir. Hanya saja, saya berpesan jangan sampai orang yang dinyatakan positi Covid-19 itu dijauhi. “Jauhi penyakitnya dekati orangnya itu jangan hanya jadi slogan saja.”kata Huda Bertambahnya kasus aktif Covid-19 di Pacitan sejak maret itu terus menyebar dari 1 orang jadi belasan hingga sekarang setahun Covid-19 sudah menjadi ribuan warga yang terkonfirmasi positip dan 60 meninggal dunia. Menurut dr. Hendra Purwaka Plt Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan Covid-19 memang suatu hal yang memprihatinkan tapi harus dihadapi karena memang ini bagian dinamika kehidupan. “Jadi harus kita hadapi bersama adanya dinamika mendunia ini, kita harus paham covid-19 ditemukan kuman virus dan cara penularannya yang begitu mudah. Covid sama dengan penyakit lain bisa manifes pada klinis namun penularannya mudah dan cepat sehingga begitu dalam waktu 6 bulan sekarang sudah satu tahun sudah menyebar semuanya. Alhamdulillah sekarang ini ada angka penurunan dari kasus aktip maupun kematian.”jelas dr.Hendra Penurunan angka kasus aktif Covid-19 ini tidak lepas dari perubahan perilaku masyarakat disamping masalah kekuatan dan imunitas tubuh masing masing. Perilaku hidup sehat ternyata menjadi kunci pokok penularan dan penyebaran virus dari Wuhan Cina ini bisa dihindari. Tambah dokter Hendra, Memang kita tidak bisa lepas dari penularan. “Di sini harus kita kendalikan angka kematiannya.”ujarnya Sebagian pasien Covid-19 di Pacitan mengalami kondisi berat dengan gejala dan komorbit, kondisi pasien seperti ini akan mendapatkan pertolongan perawatan khusus di Rumahsakit dan ada juga tanpa gejala yang diisolasi di Wisma Atlit maupun dirumah secara mandiri. Tingginya angka pasien Covid-19 di Pacitan sempat membuat Rumahsakit overloud ruang perawatannya karena pernah meledak tinggi. Begitu juga rumah isolasi wisma atlit nyaris penuh karena cepatnya virus ini menular yang mengakibatkan puluhan orang positip hasil swabnya menambah deret angka kasus aktip per harinya. Bahkan ruang ICU juga sempat ditutup karena ada tenaga kesehatan baik itu poerawat maupun dokternya yang ikut terpapar positip covid-19. Walau diklaim Plt.Dinkes Pacitan sekarang ini jumlahnya yang positif telah menurun setiap harinya. “Angka kesembuhan tinggi di banding angka Nasional. Angka kematian dan angka kasus aktip rendah sekarang di Pacitan dibanding angka Nasional. Meskipun begitu tren perhari penambahan masih terus ada.”tutur dokter Plt Dinkes Editor : Asri Nuryani

Blog, Updated at: 08.12
Comments
0 Comments