Polisi: Dugaan Keracunan Gas Watter Heater, Kasus Pasutri Yang Ditemukan Tewas Telanjang diKamar Mandi

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan - 104,6 MHz on Senin, 14 Desember 2020

Grindulu FM, Pacitan - Polres Pacitan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah mendapatkan laporan adanya pasangan suami isteri yang ditemukan tewas dalam kondisi telanjang di kamar mandi di Dusun Wetih Desa Purwoasri Kecamatan Kebonagung.
Pihak kepolisian dalam hal ini Kapolres Pacitan AKBP Wiwid Ari Wibisono menyebut tidak di temukan unsur pidana dari kasus tersebut.

                                            

“Hasil autopsi jenasah dan penyelidikan sementara tidak ada unsur pidana dalam kasus ini. Selain itu Kapolres menyebutkan, untuk pasutri tadi malam jenasah sedang kita autopsi ke Solo dan hasil sementara untuk visum itu tidak ada tanda tanda kekerasan dan hasil penyelidikan kita, itu kan kamar mandi terkunci dari dalam tidak ada orang lain selain pasangan suami isteri itu, otomatis dugaan kita tidak ada yang melakukan penganiayaan.”kata Kapolres saat di konfirmasi Senin(14/12/2020)

                                          

Jika tidak ada unsur kekerasan, kepolisian memutuskan menghentikan penyelidikan kasus tersebut.
Selanjutnya Kapolres menegaskan, terkait kasus pasutri tewas di kamar mandi itu,  hasil penyelidikan sementara petugas polisi, kemungkinan kondisi watter heater jenis gas yang digunakan pasutri di kamar mandi itu terbakar dan bocor

“Dan waktu kita lakukan penyelidikan di sana bau gasnya menyengat ada kemungkinan pasutri ini keracunan gas yang bocor dari watter heater  dan tanda tanda kekerasan fisik tidak ada.”ujar Kapolres
Jenasah dilakukan autopsi di solo karena untuk benar benar memastikan adanya kadar gas dalam tubuh korban.

Di benarkan Kapolres, menurut keterangan keluarga korban, pasutri ini memiliki penyakit kronis.
“Kita autopsi di solo hanya ingin mendetail saja adakah kadar gas dalam tubuh jenasah. Selain itu di Pacitan belum memadai  alat autopsinya.”ujar  Kapolres

Kronoligis kejadiannya, lanjut Kapolres AKBP Wiwid, Minggu malam sekitar pukul 19.30 WIB, anak laki laki korban ingin mencari kedua orangtuanya tidak ada dan anaknya mencurigai pintu kamar mandi terkunci dari dalam dan anak korbanpun mencoba untuk mendobrak.
‘Di laporkan dari keluarganya mencari pasangan suami isteri ini tidak ada dan dia mencurigai ada kamar mandi yang terkunci dari dalam akhirnya ada upaya untuk mendobrak. Intinya untuk pidana di situ kemungkinan besar tidak ada, ya nihil.”pungkas Kapolres AKBP Wiwid

Editor:: Asrinuryani

Blog, Updated at: 17.07
Comments
0 Comments