Klaster Lain Lain Penyumbang Terbanyak Kasus Covid-19 di Pacitan

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan - 104,6 MHz on Kamis, 24 Desember 2020

Grindulu FM, Pacitan - Jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Pacitan berdasarkan klaster sejak muncul pertama di Bulan April 2020 ternyata untuk penyumbang terbanyak justru dari klaster lain lain salahsatunya adalah pelaku perjalanan.

Seperti di laporkan Sekretaris Daerah Heru Wiwoho dalam laporannya di acara Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 dengan Forkopimcam di Pendopo.Rabu(23/12/2020).

“Klaster Sukolilo jumlah 5 orang sembuh 5 orang, Klaster Temboro jumlah 10 orang, sembuh 10 orang, Klaster PLTU jumlah 36 orang sembuh 35 orang meninggal 1 orang, Klaster Nakes jumlah 9 orang sembuh 9 orang 1 orang, Perkantoran jumlah 77 orang sembuh 76 orang, Perbankan jumlah 53 orang sembuh 51 orang meninggal 2 orang, Klaster LDII jumlah 65 orang sembuh 61 orang meninggal 4 orang. Sedangkan klaster lain lain jumlah 321 sembuh 237 dirawat 73 meninggal 11 orang.”terang Sekda Heru

Melihat dari laporan data angka itu berarti akumulasi pasien covid-19 per Rabu(22/12/2020)sebanyak 576 sejak April hingga Desember berjalan. Tapi angka itu ternyata masih terus membengkak seiring masih banyaknya stok swab yang belum keluar hasilnya.

Update data perkembangan covd-19 per Kamis 4/12/2020) terlapor sudah bertambah lagi 20 orang lagi di nyatakan positif. Berarti angka pasien positif di Pacitan update kamis 24 desember mencapai 596 orang. Dengan rincian di rawat di Gedung Wisma atlit 45 orang dan di rawat di rumahsakit 27 orang.

Sementara itu dalam rapat koordinasi penanganan covid-19 dengan forkompimcam juga ditemukan fakta jika sejak masuk bulan Oktober- Nopember- Desember grafik penyebaran terus naik.

Situasi Mortality Rate Covid-19 Kabupaten Pacitan per 23 Desember 2020 dicatat jumlah kematian 19 orang dari jumlah penduduk 555.984 dengan moratility rate 3.24. Sedangkan angka nasional 4,1. Adapun laju Incident di Pacitan 9,98.

Dilaporkan juga kecukupan tempat tidur dengan pasien yang di rawat kondisi per 23 Desember 2020 tempat tisur 70 bed dengan pasien 47 orang.

Sekda Heru menyampaikan laporannya untuk kelompok penerima vaksin Covid-19 di Pacitan yaitu petugas kesehatan, berikutnya untuk kelompok dengan resiko kematian dan kelompok sosial(petugas publik). Namun Sekda Heru menyebutkan, jika sampai saat ini terkait penerimaan vaksin Covid-19 itu Pacitan baru menerima  Kulkas vaksin sejumlah 2 unit. Vaksinnya belum di terima.

Lalu dimana saja sebaran Covid-19 di Pacitan?disebutkan, untuk sebaran covid-19 di Pacitan ada di 41 Desa di 10 Kecamatan.

Mengapa Desember kasus Covid-19 membludak? Sesuai analisis trend jumlah kasus Oktober-Desember ternyata faktor terjadinya lonjakan angka kasus Covid-19 karena protokol kesehatan mulai kendor.

“Masyarakat mulai lelah/bosan. Kerumunan tidak patuh protokol kesehatan, Tracking dan screening tidak optimal dan Distribusi sumber kasus.”papar Sekda Heru

Tidak hanya melaporkan kasus pelonjakan angka Covid-19, Pemkab dalam hal ini Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 juga menyampaikan strategi jitunya untuk mengendalikan jumlah kasus. Di antara jurus itu akan mengaktipkan lagi survelans termasuk 3 T(Tracing,Testing, Treatmen), menekan kasus aktif atau meningkatkan angka kesembuhan, sosialisasi masif 3 M atau pemasangan banner sampai tingkat desa di tempat tempat umum, perubahan perilaku dan kesadaran masyarakat untuk hidup lebih bersih, hidup lebih sehat dan hidup lebih taat. Pengendalian pendatang dari luar Kabupaten dan pembatasan kegiatan sosial ke masyarakat sampai dengan 17 Januari 2021.

“Untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan sesuai Surat Edaran Nomor 299 Tahun 2020. Selain itu saya harapkan betul peran Camat untuk mengaktipkan kembali satgas penanganan covid-19 tingkat kecamatan termasuk aktip koordinasi dengan Kapolsek, Danramil, Kepala Puskesmas, Kades/Lurah, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama melakukan edukasi pada warga masyarakat ditingkat Rt/Rw dan Dusun.”tutup Bupati Indartato

Editor : Asrinuryani

Blog, Updated at: 14.21
Comments
0 Comments