Wagub Jatim Tinjau Kecamatan Kebonagung Terdampak La Nina

Posted by Radio GrinduluFM Pacitan - 104,6 MHz on Kamis, 19 November 2020

Grindulu FM, Pacitan - Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan menjadi salah satu wilayah yang parah terdampak Lanina. Banjir longsor melanda tiga wilayah di kebonagung. Bahkan jembatan Desa Banjarejo ambruk akibat derasnya debit air sungai.

                               
Kejadian bencana alam akibat dampak Lanina di Kecamatan Kebonagung itu mendapat perhatian dari Provinsi Jatim. Wakil Gubernur Jawatimur Emil Elistianto Dardak meninjau langsung Jembatan putus di Desa Banjarejo, Rabu(18/11/2020)

“Musim penghujan atau disebut bencana hydrometeorologi(banjir, longsor hingga puting beliung) seperti ini kawasan selatan jawatimur termasuk di wilayah Pacitan,Ponorogo Trenggalek Tulung agung yang pegunungan ini memang rawan banjir dan longsor.”ujarnya
Sementara itu terkait ambruknya jembatan Banjarejo Wakil Gubernur Emil mengatakan, itu akan di programkan Pemerintah Daerah melalui APBD. Sedangkan Pemerintah Provinsi akan mendukung dengan memberikan bantuan penanganan hunian sementara warga terdampak parah.

                                 

“Penanganannya tidak semua tersedia dari biaya cadangan, untuk jembatan sudah diprogramkan daerah dari APBD. Penanganan hunian sementara warga terdampak parah bisa kita suport atau dukung.”kata Emil
Seperti  di ketahui, tanggal 26 Oktober, 1 dan 15 Nopember 2020 Wilayah Pacitan terjadi cuaca ekstrim menyebabkan curah hujan dengan intensitas tinggi (182,8 milimeter per hari) yang menyebabkan banjir dan tanah longsor di Kecamatan Sudimoro, Tulakan, Kebonagung dan Pacitan.
Wilayah Sudimoro Yang terdampak Desa Sudimoro, Pagerkidul. Kecamatan Kebonagung Desa Banjarejo, Purwoasri sedangkan Pacitan yang terdampak Kayen, Sukoharjo, Sirnoboyo dan Kembang.
Sedangkan untuk Wilayah yang terdampak tanah  longsor yang terdampak Kecamatan  Sudimoro dan Kecamatan Kebonagung.
Di Kecamatan Sudimoro yang terdampak tanah longsor di Desa Pagerejo, Sukorejo dan Sumberejo. Sedangkan Kecamatan Kebonagung di Desa Gembuk, Karangnongko dan Sidomulyo.
Dalam kunjungannya Wagub Jatim Emil Dardak juga menyerahkan bantuan pangan berupa sembako pada warga terdampak.
“Bantuan pangan ini dari Provinsi dengan harapan warga terdampak bencana alam tidak merasa sendirian, tapi Pemerintahan juga selalu bersama warga.”
Di musim puncak Lanina dengan derasnya curah hujan, warga harus siap setidaknya tahu proses evakuasi. Kalau mendengar tanda longsor segera pergi meninggalkan rumahnya untuk mencari tempat yang dianggap lebih aman.

Yang terpenting untuk warga yang rumahnya dekat tebing waspada jika hujan deras turun, sebab jika  hujan deras rumah yang dekat tebing sangat rawan longsor.
Dari kejadian akibat banjir dan tanah longsor, kerusakan terjadi pada 111 rumah warga, infrastruktur seperti jalan 30 ruas rusak, jembatan 8 buah, 1 unit sarana umum dan pertanian seperti persemaian padi 50 ha dan lahan 3 ha.
Data BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Pacitan menyebutkan, penanganan pengungsian sejak tanggal 15-18 Nopember 2020 tempat untuk mengungsi Balai Desa Gembuk diisi 35kk. Rumah warga diisi 59kk.
Mereka yang mengungsi tersebut, di beri bantuan darurat berupa sembako, perlengkapan keluarga, perlengkapan bayi dan perlengkapan kebersihan sumber bantuan dari Provinsi.
Gotong royong berbenah saluran air, revitalisasi juga harus rajin dilakukan untuk ikut mengurangi terjadinya tanah gerak dna longsor.
“Sebenarnya mulai bergotong royong memastikan saluran saluran air di wilayah pegunungan itu mulai ada di benahi, revitalisasi itu akan ikut mengurangi resiko terjadinya longsor atau tanah gerak di wilayah pegunungan.”pungkas Emil Dardak


Editor : Asrinuryani

Blog, Updated at: 07.40
Comments
0 Comments