Rekor, Kontak Erat dan Pelaku Perjalanan Bikin Jumlah Penderia Covid-19 di Pacitan Meledak

Posted by Radio GrinduluFM Pacitan - 104,6 MHz on Sabtu, 10 Oktober 2020

Grindulu FM, Pacitan - Rekor penambahan penderita covid-19 positif terjadi di bulan Oktober. Betapa tidak, belum genap sebulan angka penderita positif covid-19 itu terus bertambah secara signifikan di mulai awal Oktober.

“Oktober mencatat rekor terjadi penambahan signifikan  yang paling tinggi dari bulan bulan sebelumnya.”ujar Rahmad Dwiyanto Jubir Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Pacitan

 

Sejak awal Oktober ini sudah ada penambahan 35 penderita positif covid-19.  Minggu awal di bulan Oktober bertambah 17 orang dan Tanggal 9 Oktober kembali mencatat rekor penambahan 18 orang sehingga selama dua minggu sudah bertambah 35 orang positif covid-19.

Dengan adanya penambahan itu berarti jumlah penderita positif covid-19 sejak april hingga 10 Oktober 2020 mencapai angka 161 orang, dengan jumlah pasien sembuh tetap diangka 106, meninggal dunia 4 orang dan yang masih dirawat di wisma atlit ada 50 orang.

“Yang memiliki gejala kita rawat di rumahsakit. Sedangkan yang tidak memiliki gejala kita isolasi di Wisma atlit.”jelas Rahmad

Dengan penambahan penderita positif covid-19 itu membuktikan jika perkembangan covid-19 belum bisa dihentikan atau  belum bisa di kendalikan laju pertumbuhannya.

Dari penambahan positif  18 itu merupakan hasil Swab yang dilakukan setelah  swab massal di bengkal tanjungsari. Inipun masih ada sisa 50 persen swab yang menunggu hasilnya keluar.

Rincian penambahan 18 pasien positif covid-19 di awal Oktober  itu adalah Laki laki usia 10 tahun, laki laki 35 tahun,  laki laki usia 16 tahun perempuan usia 34 tahun Kecamatan Ngadirojo. Laki laki 27 tahun alamat Kecamatan Ngadirojo. Perempuan 29 tahun Kecamatan Pringkuku. Perempuan 40 tahun Kecamatan Tegalombo, laki laki 28 tahun Keceamatan Tegalombo, positif berikutnya perempuan usia 15 tahun Kecamatan Pacitan. Perempuan usia 27 tahun dari tegalombo, laki laki 33 tahun. perempuan 45 tahun asal kebonagung, perempuan usia 40 tahun kecamatan Pacitan, perempuan usia 25 tahun asal Kecamatan Ngadirojo. Ke 15 pasien positif itu tertular akibat pernah kontak erat  dengan pasien positif sebelumnya. 

Sedangkan ke tiga pasien positif lainnya terpapar covid-19 dari klaster pelaku perjalanan, yakni perempuan usia 27 tahun asal Pringkuku, laki laki 57 tahun asal Tulakan dan perempuan 43 tahun asal  Kecamatan Punung, 

“Dengan  penambahan pasien positif itu menjadi satu hal yang patut di waspadai.. Tindak lanjut  gugus adalah edukasi, advokasi keluarga serta tetangga sekitar agar paham bisa waspada dan menjaga diri terhindar dari sebaran virus corona.

Langkah berikutnya dari tim gugus melakukan 3 T (Streching,Testing dan Treatmen) selain itu untuk warga yang di duga pernah kontak erat dengan terkonfirm positif akan di lakukan langsung Swab.

Rahmad Dwiyanto mengajak pasien positif yang saat ini menjalani perawatan di rumahsakit maupun wisma atlit untuk selalu menjaga perasaannya tetap senang agar imunitas body tetap ada.

“Kalau ada kegiatan yang bisa di tunda sebaiknya di tunda dulu. Disiplin protokol kesehatan jangan diabaikan dengan tetap laksanakan 3 M, Mencuci tangan pakai air mengalir dan sabun, memakai masker bila  di luar rumah dan menjaga jarak, perilaku pola hidup bersih dan sehat jangan di tinggalkan.”pungkas Rahmad

 

 

Editor : Asrinuryani

 

Blog, Updated at: 13.02
Comments
0 Comments