Anak Meninggal Karena Demam Berdarah Dengue Shock Syndrom

Posted by Radio GrinduluFM Pacitan - 104,6 MHz on Selasa, 25 Februari 2020

Grindulu FM, Pacitan- Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan menyatakan, kematian anak kelas 1 SD di  Kelurahan Ploso karena dengue shock syndrome. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Pacitan Dokter Eko Budiono, Senin(24/02/2020).
Dokter Eko Budiono Kepala Dinkes Kab.Pacitan
foto: Grindulufm/asri
“DBD diagnosisnya beda-beda, DSS adalah kondisi demam berdarah yang sudah masuk tahapan Shock.” Kata Dokter Eko Budiono. Angka kemungkinan hidup penderita Dengue Shock Syndrom (DSS) lebih rendah. Tingkatan  demam berdarah bermacam macam.  Ada yang hanya ditahapan klinis, panas, kemudian sedikit tanda-tanda perdarahan, serta trombosit menurun. Namun jika penderita sudah sampai shock, berarti ada gangguan dari sirkulasi dalam tubuh.

Jumlah penderita hingga saat ini 90 kasus, yang tersebar di 30 desa, dan terbanyak diwilayah Puskesmas Tanjungsari Pacitan. Sementara data Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, penderita kasus demam berdarah alami peningkatan dalam setiap harinya.

Selama Januari 2020 tercatat ada 30 penderita demam berdarah. Di bulan Februari  sudah tercatat ada 90 penderita dengan laporan 1 korban meninggal dunia karena Dengue Shock Syndrome. Penderita DBD yang tersebar di 30 desa sejumlah 90  penderita itu, terbanyak ditemukan diwilayah kota, yang mencapai 43 kasus demam berdarah. Sisanya menyebar di 30 desa di Kabupaten Pacitan. Penyumbang angka terbanyak Desa Tanjungsari, dan kedua Kelurahan Ploso Kecamatan Pacitan.

Dikatakan dokter Eko Budiono, walaupun sudah diupayakan, masih saja terjadi anak yang terkena dengue shock syndrome. Upaya penanganan terus dilakukan Dinas Kesehatan. Salahsatunya dengan mengumpulkan kembali seluruh juru jentik untuk melakukan evaluasi.
Ditemukan tempat sarang nyamuk aides aygepthy dirumah warga
foto  : Grindulufm-asri
Berbagai upaya sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan dalam memberantas nyamuk Aides Aigepthy. Bahkan penghargaan ditoreh pacitan karena berhasil dalam upaya menanggulangi demam berdarah.  Tapi apa daya kasus baru  justru terus ditemukan. Bahkan korban meninggal dunia juga masih menambah angka deret panjang. Ini berarti menunjukan masih buruknya kesadaran warga Pacitan dalam gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Reporter : asrinury

Blog, Updated at: 07.28
Comments
0 Comments