GrinduluFM Pacitan -Musim kemarau membawa berkah bagi nelayan kecil. Kondisi cuaca yang relative cerah dan laut yang lebih bersahabat membuat aktivitas melaut lebih mudah dilakukan. Dampkanya hasil tangkapan nelayan kecil mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.
Meningkatnya hasil tangkapan menjadi angin segar bagi nelayan kecil
yang menggantungkan kehidupan sehari-hari dari hasil laut.
Hal itu seperti diungkapkan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan,
Nanang Hardwijono saat dikonfirmasi Senin (12/10/2026).
“Namun secara umum, musim kemarau hasil tangkapan nelayan kecil
cenderung meningkat. Sedang hasil tangkapan nelayan besar turun ini terkait
dengan pola pergerakan ikan, dimana saat ini jenis tangkapan yang banyak berupa
tongkol dan layur,”ujarnya.
Peralihan sebagian nelayan besar ke aktivitas penangkapan benih bening
lobster (benur) menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi hasil produksi
tangkapan ikan.
Berkurangnya aktivitas penangkapan ikan juga berpotensi pengaruhi
pasokan ikan bagi pedagang, pelaku usaha pengolahan hasil laut, serta
masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan.
Meski demikian lanjut Nanang, penurunan produksi ikan tidak dapat
hanya dikaitkan dengan peralihan nelayan ke penangkapan benur. Faktor lain,
seperti kondisi cuaca, musim ikan. ketersediaan sumber daya ikan, alat tangkap,
dan jumlah hari melaut, juga perlu diperhitungkan untuk mengetahui penyebab
perubahan hasil tangkapan secara lebih akurat.
“Ketika musim ikan nelayan cenderung fokus untuk menangkap ikan, namun
Ketika paceklik ada sebagian yang nyambi atau beralih ke benur,”lanjut Nanang.
Dari catatan Dinas Perikanan, secara umum produksi ikan untuk bulan
Juli-Agustus cenderung naik diangka 952 ton. Sedang di September turun jadi 714
ribu ton.
Reporter:Asri

