Kemarau di Pacitan Semakin Panjang, Bupati Himbau Warga Harus Lebih Bijak Gunakan Air bersih

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Rabu, September 16, 2026

GrinduluFM Pacitan - Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menghimbau agar warga lebih bijak gunakan air selama kemarau. HTH yang sangat panjang meningkatkan risiko kekeringan meterologis dan berkurangnya ketersediaan air, terutama apabila kondisi kering terus berlanjut.

“Masyarakat di Pacitan yang masuk zona kering dan mulai terdampak krisis air bersih perlu menghemat penggunaan air, menjaga sumber air yang tersedia, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran lahan dan vegetasi,”pesan Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji.

Kemarau di Pacitan berdasarkan pemutakhiran BMKG per 10 September 2026, sejumlah wilayah di Jawa Timur telah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 100 hari.

“Selain Magetan dan Madiun, HTH panjang juga terpantau di Blitar dan Malang. Sedangkan Pacitan hari tanpa hujannya per 10 September 2026, terpantau 113 hari,”rilis Yaris BMKG Nganjuk.

Kondisi ini menunjukan bahwa periode kering telah berlangsung sangat panjang di sejumlah wilayah  Jawa Timur termasuk Pacitan.

HTH adalah jumlah hari berturut-turut tanpa adanya catatan hujan pada lokasi pengamatan. Jadi, angka 129 hari menunjukan durasi terpanjang pada lokasi yang dipantau, bukan berarti seluruh wilayah kabupaten atau seluruh Jawa Timur tidak mengalami hujan selama 129 hari.

Reporter:Asri

 

Blog, Updated at: 09.58
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03