Belasan Ribu Warga di Pacitan Terserang ISPA, Mayoritas Cukup Dirawat di Puskesmas

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Rabu, September 09, 2026

GrinduluFM Pacitan - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) meningkat belasan ribu orang mengkutip data Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan hingga bulan September 2026.

Sekitar 15.834 orang dilaporkan terserang ISPA, namun sebagian besar pasien masih dapat ditangani di tingkat Puskesmas dan tidak memerlukan perawatan di rumah sakit.

Direktur Utama RSUD dr Darsono Pacitan, dr Johan Tri Putranto mengatakan, pasien dengan gejala ringan hingga sedang cukup mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan di Puskesmas. Sementara rumah sakit di perioritaskan sebagai pasien yang mengalami kondisi lebih kompleks dan menimbulkan penanganan medis lanjutan,”kata dr Johan TP.

Kondisi ini membuat Puskesmas menjadi garda terdepan dalam penanganan kasus ISPA ditengah meningkatnya jumlah warga yang mengalami keluhan pernapasan.

“Waspadai ISPA, debu erupsi gunung, asap kebakaran, dan polusi udara bisa memicu Infeksi Saluran Pernapasan AKut (ISPA),”ujar dr Daru Mustiko Aji Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan di kesempatan berbeda.

Musim ISPA melanda warga di Pacitan tiga bulan terakhir ini, warga yang terserang memilih mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas.

Meski jumlah penderita cukup tinggi, sebagian besar kasus masih dapat ditangani di Puskesmas.

Cara pencegahan gunakan masker terutama saat berada di luar rumah atau saat kualitas udara buruk, kurangi aktivitas di luar ruangan, tutup pintu dan jendela.

“Dengan penanganan yang tepat sejak awal, sebagian besar kasus ISPA dapat ditangani tanpa harus membebani layanan rumah sakit yang memang diperuntukan bagi pasien dengan kondisi lebih kompleks,”lanjut dr Johan TP.

Jika sudah terpapar/mulai gejala ISPA, istirahat yang cukup, perbanyak minum air putih, konsumsi obat sesuai anjuran dokter,

“Gejala ISPA diantaranya batuk, pilek, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, demam, sesak napas (pada kasus berat),”imbuh dr Johan Direktur Utama RSUD dr Darsono.

Reporter:Asri

Blog, Updated at: 12.46
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03