Sebagian Wilayah Jatim Cadangan Air Tanah Berkurang, Agustus Diprediksi Ketersediaan Air Tanah Kurang dari 40%

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Rabu, Agustus 05, 2026

GrinduluFM Pacitan - Fenomena berulang setiap tahun karena siklus iklim yang tidak dapat kita kendalikan menyebabkan krisis air bersih di berbagai wilayah desa di Pacitan.

Musim kemarau panjang yang dipicu oleh fenomena El Nino pada tahun 2026, berdasar hasil prediksi, pada Agustus 2026 sebagian besar wilayah Jawa Timur berada pada kategori ketersediaan air tanah kurang (<40%). Kondisi ini menunjukan berkurangnya cadangan air tanah akibat pengaruh musim kemarau, sehingga meningkatkan potensi kekeringan pertanian, terutama pada lahan tadah hujan.

Sementara itu, wilayah dengan ketersediaan air kategori sedang hingga cukup (40-80%) hanya terdapat secara terbatas, terutama di kawasan pegunungan dan beberapa daerah yang masih menerima pasokan hujan lokal.

Secara keseluruhan, kondisi ketersediaan air tanah di Jawa Timur pada Agustus 2026 mencerminkan dominasi kondisi kering yang memerlukan perhatian dalam pengelolaan sektor pertanian. Oleh karena itu, diperlukan efisiensi penggunaan air irigasi, penyesuaian waktu tanam, serta pemanfaatan varietas tanaman yang lebih toleran terhadap kekeringan guna menjaga produktivitas pertanian selama puncak musim kemarau.

Prediksi ketersediaan air bagi tanaman atau indeks Ketersediaan Air Tanah dihitung menggunakan metode neraca air Thomthwaite dan Mather untuk memantau kecukupan air tanah serta mengantisipasi potensi kekeringan.

Reporter:Asri

 

 

Blog, Updated at: 13.11
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03