GrinduluFM Pacitan - Fenomena berulang setiap tahun karena siklus iklim yang tidak dapat kita kendalikan menyebabkan krisis air bersih di berbagai wilayah desa di Pacitan.
Musim kemarau panjang yang dipicu oleh
fenomena El Nino pada tahun 2026, berdasar hasil prediksi, pada Agustus 2026
sebagian besar wilayah Jawa Timur berada pada kategori ketersediaan air tanah
kurang (<40%). Kondisi ini menunjukan berkurangnya cadangan air tanah akibat
pengaruh musim kemarau, sehingga meningkatkan potensi kekeringan pertanian,
terutama pada lahan tadah hujan.
Secara keseluruhan, kondisi ketersediaan
air tanah di Jawa Timur pada Agustus 2026 mencerminkan dominasi kondisi kering
yang memerlukan perhatian dalam pengelolaan sektor pertanian. Oleh karena itu,
diperlukan efisiensi penggunaan air irigasi, penyesuaian waktu tanam, serta
pemanfaatan varietas tanaman yang lebih toleran terhadap kekeringan guna
menjaga produktivitas pertanian selama puncak musim kemarau.
Prediksi ketersediaan air bagi tanaman
atau indeks Ketersediaan Air Tanah dihitung menggunakan metode neraca air
Thomthwaite dan Mather untuk memantau kecukupan air tanah serta mengantisipasi
potensi kekeringan.
Reporter:Asri

