Perceraian Naik Turun, Istri Minta Cerai Lebih Banyak Tiga Kali Lipat Dibanding Suami Yang Minta

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Kamis, Agustus 13, 2026

GrinduluFM Pacitan - Angka perceraian di Pacitan menunjukan perkembangan yang naik turun dari bulan ke bulan, tahun ke tahun.

April menjadi bulan terbanyak permohonan cerai di Pengadilan Agama Pacitan sepanjang 8 bulan terakhir. Dalam sebulan tercatat 130 perkara cerai.

Pengadilan Agama mencatat Januari ada 108 cerai gugat dan 38 cerai talak. Bulan februari hingga maret turun kemudian memasuki april naik menjadi 130 perkara perceraian lalu turun naik turun hingga agustus tercatat 30 perkara cerai gugat.

Humas Pengadilan Agama Pacitan, Achmad Ubaidillah mengatakan, fenomena tersebut menjadi perhatian karena perceraian tidak hanya berkaitan dengan hubungan pasangan suami istri, tetapi juga berdampak pada kehidupan keluarga dan anak.

“Jadi fluktuatif naik turun angka cerai tiap bulannya, pemicu mendominasi masalah ekonomi keluarga,”ujarnya

Jika ditotal jumlah cerai gugat dari pihak perempuan yang ajukan lebih dulu masih mendominasi dibanding cerai talak. Cerai talak tercatat 207 selama delapan bulan terakhir sedangkan cerai gugat mencapai 580 perkara.

“Perkara cerai talak capai 171 adapun cerai gugat mencapai 459 belum genap setahun,”ungkap Ubaidilah saat dikonfirmasi, Kamis (12/8/2026).

Perubahan jumlah perkara perceraian dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari persoalan ekonomi, konflik dalam rumah tangga, hingga perbedaan pandangan antara pasangan. Kondisi sosial dan ekonomi masyarakat juga turut menjadi salah satu faktor yang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi dinamika rumah tangga.

Setiap perkara yang masuk harus melalui proses persidangan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Naik turunnya angka perceraian menunjukan bahwa persoalan rumah tangga memiliki dinamika yang kompleks. Karena itu, upaya menjaga komunikasi, menyelesaikan konflik secara baik, serta mendapatkan pendampingan ketika menghadapi masalah keluarga menjadi penting.

Masyarakat diharapkan tidak hanya melihat angka perceraian sebagai sebuah statistik, tetapi juga memahami faktor-faktor yang berada di balik setiap perkara. Dengan demikian, upaya pencegahan konflik keluarga dapat dilakukan secara lebih tepat dan menyeluruh.

Reporter:Asri

 

 

Blog, Updated at: 14.13
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03