GrinduluFM Pacitan - Suara riuh gelak tawa mendadak pecah di sebuah ruang kelas bersahaja di Sekolah Rakyat. Hari itu, pemandangan tak biasa penuh hangat saat lima pemuda berbadan tegap dengan seragam cokelat rapi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) melangkahkan kaki ke ruang kelas sekolah rakyat berdiri mengelilingi meja-meja kecil para siswa.
Kedatangan kelima calon perwira kepolisian ke Sekolah Rakyat di
Pacitan melakukan pendampingan mengajar para siswa sekolah rakyat, dibenarkan
Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar saat dihubungi Selasa (4/8/2026).
“Kehadiran lima calon perwira kepolisian ini untuk memberikan wawasan
serta motivasi bagi para pelajar sekolah rakyat,”ucap AKBP Ayub.
“Dikampus, kami dilatih untuk menjadi pemimpin dan penegak hukum yang
tegas. Tapi disini, kami belajar empati. Kami belajar bagaimana menjadi
pengayom yang sesungguhnya sejak dari hati,” ujar salah satu taruna di
sela-sela kegiatannya mendampingi ana-anak belajar.
Tidak ada kesan kaku, tegas, apalagi menakutkan. Yang ada hanyalah
senyum hangat dan kesabaran saat para calon perwira polisi ini membungkukan
badan, menyelaraskan tinggi tubuh mereka dengan anak-anak yang penuh antusias
memegang alat tulis.
“Kehadiran sosok teladan (role
model) secara langsung memberikan suntikan wawasan dan kepercayaan diri bagi
anak-anak di Sekolah Rakyat,”jelas Kapolres Pacitan.
Materi yang dibawakan dikemas dengan menyenangkan. Rentetan pertanyaanpun dilontarkan sejumlah siswa sehingga suasana jadi lebih cair.
Para siswa sekolah rakyat belajar langsung dari para taruna tentang
kedisplinan, tanggung jawab, dan kepemimpinan.
Reporter:Asri

