Rawan Gempabumi dan Tsunami, BMKG Nganjuk Gelar Sekolah Lapang Gempabumi di Pacitan

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Jumat, Juli 17, 2026

GrinduluFM Pacitan - Provinsi Jawa Timur pada umumnya, dan Kabupaten Pacitan pada khususnya, merupakan salah satu wilayah yang rawan terhadap gempabumi dan tsunami.

Gempabumi yang terjadi di wilayah ini dipicu oleh aktivitas Subduksi Megatrush Indo-Australia dan Eurasia serta adanya sesar aktif Sesar Grindulu yang membentang di daratan Ponorogo hingga Pacitan.

“Kapasitas masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman ini perlu terus ditingkatkan,”ucap Narasumber dari Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya BMKG Nganjuk saat paparan dihadapan puluhan peserta SLG di Balai Pertemuan Desa Sidomulyo Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Jumat (17/7/2026).

Catatan sejarah mencatat sejumlah gempabumi besar yang berdampak di wilayah ini, salah satunya adalah gempabumi Bantul yang terjadi pada 30 Juni 2023. Gempa berkekuatan magnitudo 6.4 yang terjadi di lepas pantai selatan Jawa ini menimbulkan gempabumi besar yang mengguncang sebagian besar wilayah pesisir selatan Jawan Timur termasuk Pacitan dan sekitarnya. Kerusakan infrastruktur menjadi pelajaran penting akan perlunya kesiapsiagaan yang berkelanjutan melalui Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami (SLG) di Kabupaten Pacitan yang diikuti 50 lebih peserta dari berbagai instansi, lembaga, komunitas, dan media lokal. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumambrah, tampak pula hadir Komandan Kodim 0801 Pacitan, Letkol Arh Rudi Ariyanto,

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi bencana gempabumi serta tsunami di wilayah pesisir selatan Jawa.

Pacitan secara geografis berhadapan langsung dengan zona subduksi aktif (megatrush) di Samudera Hindia. Kondisi ini menempatkan wilayah tersebut dalam kategori rawan bencana tektonik berkekuatan besar yang dapat memicu gelombang tsunami.

Membangun komunitas tangguh bencana Kepala Stasiun Geofisika BMKG Nganjuk menjelaskan bahwa SLG bukan sekedar sosialisasi rutin, melainkan ruang edukasi interaktif untuk membangun pemahaman yang sama mengenai mitigasi bencana mandiri.

Selain itu, dilakukan juga simulasi di dalam ruangan (Table Top Exercise- TTX) yang mensimulasikan scenario gempabumi kuat magnitude 8.7 yang bersumber dari zona subduksi di Samudera Hindia berdampak di Pacitan dan sekitarnya dalam skala intensitas V-VII MMI.

Sekolah lapang gempabumi dan tsunami ini merupakan salah satu ikhtiar untuk memperkuat kapasitas dan koordinasi lintas sektor serta menanamkan budaya siaga bencana kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat Pacitan, memiliki pemahaman dan respon yang tepat saat bencana gempabumi dan tsunami terjadi.

Reporter:Asri

 

 

Blog, Updated at: 14.31
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03