Abdul menuturkan sudah banyak pembeli yang datang sekedar bertanya
harga dan juga sudah memesan lewat online untuk tanggal 27 Mei 2026.
Dibanding tahun lalu jumlah pembeli ada peningkatan meski harga sapi
juga ikut naik antara 10 hingga 15 persen.
“Tahun ini meningkat di banding tahun lalu memang meningkat. Meski
harga tahun ini naik ya sekitar 10-15 persen dari harga tahun lalu tapi niat
masyarakat untuk berqurban masih semangat”tuturnya.
Sementara terkait dengan daging untuk konsumsi masyarakat, petugas
dari Dinas KPP Berupaya melakukan pengawasan dengan menerbitkan surat
keterangan hewan. Hal ini untuk memastikan sapi qurban bebas penyakit mulut dan
kuku (PMK) serta penyakit menular lainnya.
“Pemeriksaan fisik dan monitoring ke pasar-pasar oleh teman-teman
dokter hewan untuk melakukan cek bahan asal hewan (BAH) aman untuk dikonsumsi
masyarakat. Dari hasil pemeriksaan sapi-sapi yang dinyatakan sehat siap
diberangkatkan ke luar daerah maupun masuk wilayah Pacitan untuk
diperjualbelikan,”kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP)
Kabupaten Pacitan, Sugeng Santoso.
Jenis sapi yang disiapkan untuk idul qurban mulai dari jenis Limousin,
dan Simmental. Harga mulai dari harga ekonomis dibandrol 21 juta rupiah hingga
sapi jumbo capai ratusan juta rupiah.
Reporter:Asri

