GrinduluFM Pacitan - Salah satu agenda inti dalam peringatan Hari Jadi Pacitan ke-281 pada tahun ini digelar sederhana. Dua upacara, yakni “Tirta Wening” dari Desa Sukoharjo dan “Rucuh Pace” dari Desa Nanggungan tidak dilalui pada prosesi, Kamis (19/2/2026) di Pendopo Kabupaten Pacitan.<P>
Mengapa
tidak ada ritual rucuh pace tahun ini karena momen prosesi bertepatan dengan
bulan puasa ramadhan sehingga ritual yang selalu menjadi agenda inti dalam
upacara prosesi tidak dilalui.<P>
“Jadi
karena ini momentum puasa rucuh pace dan tirta wening bukan tidak ada akan
tetapi karena momentum bulan puasa sementara kita lakukan tidak ditahun ini.
Insyaallah hari jadi pacitan sampai tiga tahun kedepan bersamaan dengan momentum puasa,”katanya.<P>
Selain itu hamparan karpet merah hanya dibeber di halaman masuk
pendopo. Sedangkan di dalam pendopo memakai taburan bunga mawar merah dan bunga
sedap malam warna putih yang berbau wangi.<P>
Meski ada sebagian ritual inti tidak ada dalam prosesi Hari Jadi
ke 281 kali ini hal tersebut menurutu Munirul tidak mengurangi rasa khidmat.<P>
Hari Jadi Pacitan kali ini sebagai bentuk rasa syukur Pemerintah
Kabupaten Pacitan.<P>
“Harapan tentu kedepan Pacitan lebih sejahtera dan bahagia sesuai
cita-cita masyarakat Pacitan,”pungkas Munirul.<P>
Kesempatan sama Ketua DPRD Pacitan, Arif Setia Budi menegaskan Prosesi
Hari Jadi ke 281 kali ini memang berbeda dengan prosesi Hari Jadi di
tahun-tahun sebelumnya. Salah satu pertimbangannya bulan diawal ramadhan. Bulan
diawal ramadhan bagus sekali bagi orang jawa karena pas harinya Kamis Pahing.<P>
“Kamis pahing hampir mirip dengan temanya “Bin Raja Ing Kamulyan”
hidup yang penting dapatkan kemuliaan. Kemis pahing itu hitungan orang jawa ada
unsur kewibawaan, jadi pangkat derajat dan sebagainya itu di tata menjadi kuat.
Kita berharap tahun 2026 masyarakat pacitan tetap dikuatkan lahir
batinya,”tutupnya.<P>
Reporter:Asri



