151 Warga Terjangkit Penyakit Leptospirosis, 3 Pasien DIrawat Intensif di RSUD Pacitan

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Selasa, April 30, 2024

GrinduluFM Pacitan - Penyakit demam tikus atau leptospirosis merupakan momok bagi warga di Pacitan. Apalagi setiap tahun warga yang terjangkit penyakit yang disebabkan bakteri leptospira yang ada di kencing binatang tikus, kucing, anjing ini jumlah angkanya mencapai ratusan.

Musim hujan kali ini menjadi pekerjaan berat bagi Dinas Kesehatan Pacitan. Betapa tidak, penyakit demam berdarah muncul dengan jumlah penderita terus bertambah beriringan dengan munculnya penyakit leptospirosis yang jumlah angka penderitanya semakin hari tidak boleh disepelekan.

Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan mencatat sejak Januari hingga April 2024 sebanyak 151 warga terjangkit penyakit leptospirosis. Tiga pasien dirawat di RSUD dr. Darsono Pacitan dari rujukan Puskesmas Ngadirojo 2 orang dan 1 orang dari Puskesmas Punung.

Kepala Dinas Kesehatan Pacitan melalui Kabid P2PL drg. Nur Farida membenarkan jika leptospirosis masih menyumbang angka penyakit menular yang terus mengintai, karena itu warga diminta tetap waspadai bahaya nya kencing tikus.

“Dibandingkan tahun lalu hanya 25% prosentase jumlah penderita, total Januari hingga April 2024 tercatat 151 warga yang terjangkit,” katanya.

Upaya pencegahan dilakukan dan tetap menjadi perioritas program penanganan penyakit menular Dinas Kesehatan, apalagi Pacitan merupakan endemis leptospirosis.

Perilaku dan vector menjadi faktor penyebab penyakit leptospirosis.

Menurut Kabid P2PL Dinas Kesehatan drg. Nur Farida, upaya pencegahannya cuci tangan dan kaki dengan sabun setelah beraktifitas, memakai sarung tangan, sepatu boot saat dikebun, sawah, membersihkan sarang tikus dan genangan air.

“Budaya cuci tangan (PHBS) harus ditingkatkan, didalam ginjalnya membawa bakteri leptospira,”terangnya.

Adapun penularan bakteri masuk kulit yang lecet melalui banjir, genangan air, sungai, danau, selokan, saluran air, sawah dan lumpur.

Tanda gejala penyakit leptospirosis demam mendadak, tubuh terasa lemas, sakit kepala, kekuningan pada kulit, mata merah, nyeri pada betis.

“Segera ke Puskesmas terdekat bila mengalami gejala.”jelasnya.

Penyakit ini menular melalui kontak langsung dengan urine hewan yang terinfeksi atau melalui air, tanah atau makanan yang terkontaminasi urine hewan.

Jika tidak ditangani, leptospirosis dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan hati bahkan kematian.

Musim hujan, warga dihimbau waspadai leptospirosis dan juga demam berdarah. Dua penyakit menular tersebut empat bulan terakhir ini jumlah angka penderitanya terus melonjak, terutama penderita demam berdarah.

Dinas Kesehatan menyebutkan, Januari hingga April 2024 sudah tercatat total pasien DBD mencapai 287 orang.

Reporter:Asri

Blog, Updated at: 14.15
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03