58 TPS Didirikan di Lokasi Rawan Tanah Longsor

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Rabu, Januari 31, 2024

GrinduluFM Pacitan - Dari jumlah 1850 Tempat pemungutan Suara (TPS) di Pacitan pada Pemilu 2024 sebanyak 58 TPS didirikan di lokasi rawan tanah longsor.

Sebanyak 1800 Tempat Pemungutan Suara dikategorikan kurang rawan. Adapun 2 TPS khusus didirikan di Tremas Arjosari dan Rumah Tahanan Kelas 2B Pacitan.

Hal itu dipaparkan Kapolres Pacitan AKBP Agung Nugroho saat Rakor Forkopimda Forkopimca bersama Tiga Pilar diDesa yakni kelurahan, desa, babinsa dan bhabinkamtibmas menuju Pemilu 2024 Aman dan Damai, Selasa (30/1/2024)di Gedung Aneka Jaya.

Tempat Pemungutan Suara sebanyak 58 yang didirikan di daerah rawan tanah longsor tersebut tersebar di sejumlah wilayah Kecamatan diantaranya Nawangan Bandar Sudimoro dan Tulakan.

“Ada lima puluh delapan TPS rawan, rawan dari bencana alam, mudah mudahan tidak ada rawan teror, tidak ada kalau di pacitan.”ungkapnya.

Ditambahkan Kapolres AKBP Agung Nugroho dari 58 TPS yang didirikan di daerah rawan tanah longsor tersebut setiap 1 TPS akan dijaga 1 anggota Polri dan 2 Linmas.

Seperti diketahui polres pacitan membuat skema 3 jenis TPS. Skema pengamanan 1800 TPS kurang rawan dijaga 1 anggota Polri 2 Linmas. Sedangkan 58 TPS rawan dari bencana dan 2 TPS khusus yang didirikan di Termas Arjosari dan Rumah Tahanan Kelas 2B Pacitan juga sama dijaga 1 anggota polri 2 linmas.

Pengamanan Pemilu 2024 diturunkan 435 personil dari Polres, 60 personil beckup dari Kodim dan Satgas non TPS 99 personil kemudian 43.200 dari Linmas.

“Untuk Kodim dibeckup 60 personil bersifat standby di Mako sewaktu waktu kita butuhkan siap digerakan.”imbuhnya.

Kapolres sempat menyinggung keamanan logistik Pemilu dalam paparannya dia mengingatkan KPU untuk memberikan perlakuan khusus kemungkinan rusaknya kotak suara dari ancaman hama tikus dan rayap.

“Pengamanan logistik Pemilu yang berbahan kertas maupun karton harus lebih safety karena bahan bahan kertas akan lebih rentan sobek akibat serangan tikus.”ingatnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pacitan Erwin Ardi Atmoko mengatakan pemetaan TPS rawan dilakukan sesuai dengan prakiraan cuaca.

Sebab prediksi BMKG saat pemungutan suara tanggal 14 Februari 2024 merupakan puncaknya hujan. Akan turun hujan intensitas tinggi. Hujan deras akan mengguyur yang bisa menyebabkan banjir dan tanah longsor.

BPBD selalu memantau kondisi terkini prakiraan cuaca dan dampaknya untuk 58 TPS yang didirikan di daerah rawan bencana alam tersebut. “Karena prakiraan cuaca ekstrem kita terima sudah lama, itu personil kita yang piket dari sisi jumlah sudah kita tambah. Dari 6 personil ke 8 perkali piket sama 2 pusdalops berarti 10 personil, terus yang satu dua personil ongkol. Sewaktu waktu ada laporan terus kita turun termasuk kita nunggu dari KPU kebutuhannya untuk logistik itu apa saja, seperti terpal sesek sebagainya kita sudah siap tinggal tunggu info dari KPU.”pungkas Kepala Pelaksana BPBD. 

Reporter:Asri

Blog, Updated at: 07.49
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03