BNPB: Pacitan Daerah Gudang Bencana, Hidup Berdampingan Dengan Resiko Bencana Menjadi Pilihan Warga

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Minggu, November 28, 2021

GrinduluFM Pacitan - Warga masyarakat Pacitan tinggal di daerah rawan bencana atau boleh dikatakan gudangnya bencana, mulai dari banjir , tanah longsor, tanah ambles, tanah bergerak, gempa bumi dan yang lebih menakutkan lagi Pacitan memiliki potensi Tsunami di 27 desa pesisir.

Dalam sambutannya Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi BNPB sekaligus menjabat Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan mengatakan, Tinggal di daerah gudangnya bencana seperti Pacitan memang sebuah pilihan bagi masyarakatnya.

“Kita tinggal di daerah rawan bencana, potensi gema tsunami, banjir bandang, tanah longsor smeua adalah pilihan bagi kita. Apa yang kita pilih? Di Nasional ada tiga pilihan, jauhkan bencana dari masyarakat untuk pacitan ini tidak mungkin karena ancaman nya banyak. Dan pilihan lain hidup berdampingan dengan resiko bencana. Untuk daerah pacitan tampaknya pilihan inilah yang dipilih.

Sementara resiko potensi tsunami kuncinya ada di kesiapsiagaan. Dengan menanam mangrove inilah salah satu upaya untuk mengantisipasi adanya dampak dari bencana.”kata Lilik

Ditambahkan Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan, terkait banjir bandang seperti yang terjadi di tahun 2017 lalu, Dimohon Bupati segera memerintahkan BPBD, TNI-Polri untuk melihat kondisi sungai.

Berdasarkan keputusan Presiden RI Nomor 24 Th 2008 Tgl 28 November di tetapkan sebagai hari menanam pohon Indonesia. Sementara di sisi lain mangrove telah menjadi isu nasional. Terlepas dari itu di hari menanam pohon indonesia tanggal 28 November, BNPB bersama warga masyarakat Pacitan menanam bibit mangrove sekaligus melaunching watu mejo park mangrove dan kawasan wisata perahu di Dusun Kiteran Desa Kembang, Minggu(28/11/2021)

Bibit mangrove yang ditanam mencapai 11.000 bibit. Tak hanya menanam bibit mangrove, di bantu Rumah Zakat, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji didampingi Wakil Bupati Gagarin juga menyerahkan bantuan kepada sejumlah anak yatim. Dalam acara tersebut juga hadir Kepala BNPB Provinsi Jatim, Sekda Pacitan Heru Wiwoho, Ketua DPRD Pacitan Roni Wahyono dan sejumlah Kepala OPD terkait.

“Utamanya bagi Camat dan Kepala Desa harus sigap lakukan pencegahan mitigasi bencana agar asset jangan sampai rusak jika bencana terjadi. Salahsatu diantaranya antisipasi itu seperti hari ini menanam mangrove, ini tak lain dan tak bukan sebagai upaya rehabilitasi hutan mangrove.”ujarnya

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengharapkan dengan penanaman bibit mangrove tersebut bisa menjadi contoh masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan pesisir sebagai wujud peduli kondisi alam.

Bupati Indrata dalam sambutannya mengatakan, Pacitan itu buat BMKG semacam Laboratorium kebencanaan. Karena dengan kondisi geografis yang di miliki adanya panjang garis pantai 70,709 km, pacitan bisa di sebut sebagai negeri sejuta ombak dan perbukitan 85 persen maka potensi bencana yang ada sangat besar. Bencana geologis. Hidrometeorologi dan bencana kesehatan lalu bencana gempa berpotensi Tsunami dan saat musim hujan ini bencana banjir mengancam.

“Hal ini kalau menurut saya, kita semua tidak perlu ngronto(sedih) tapi perbanyak untuk ikhtiar lahir batin. Salahstu ihtiar juga saat ini di tanam mangrove sebagai penahan tsunami. Selain itu penanaman mangrove ini di harapkan bisa berdampak ekonomi.”kata Bupati Aji dalam sambutannya pada kegiatan launching Watu Mejo Mangrove Park di Dusun Kiteran Desa Kembang, Minggu(28/11/2021.

Editor : Asri Nuryani

Blog, Updated at: 15.05
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03