Forkopimda Temui Langsung Nelayan Andon Di Tamperan untuk Melarang Mudik, Wisatawan Rayon Boleh Masuk Pacitan

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan - 104,6 MHz on Selasa, 04 Mei 2021

Grindulu FM, Pacitan -Guna cegah adanya mudik jalur laut, forkopimda Pacitan yang di pimpin langsung Kapolres AKBP Wiwit Ari Wibisono turun langsung temui nelayan andon di tamperan, Senin(03/05/2021).
Kapolres tekankan betul pada nelayan jangan sesekali mudik keluar dari Pacitan jika tidak ingin menjadi salahsatu penguni rumah singgah Covid-19 di Wisma Atlit.

                                   

Bahkan Kapolres bersama sama forkopimda ditengah tengah nelayan sibuk bongkar hasil tangkapan ikannya tersebut juga menyampaikan sosialisasi jika jalur laut menjadi salahsatu sasaran pantauan petugas. Sehingga tidak ada yang bisa lolos begitu saja keluar masuk Pacitan.
Untuk antisipasi jalur darat, kepolisian juga menyiapkan petugas yang tidak tanggung tanggung. Ada petugas gabungan dan juga bantuan personil dari kodim 0801 Pacitan untuk membeckup. Hal itu dilakukan mengingat penularan Covid-19 masih terus mengintai dan masih butuh kewaspadaan tingkat tinggi.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dalam keterangannya mengatakan, siaga semua lapisan masyarakat dan juga jalur laut untuk itu di lakukan sosialisasi langsung  agar nelayan tidak mudik.

“Juga jalur ya, Pacitan itu kan punya darat dan laut ini semuanya kita jaga biar aman. Kita berikan penyuluhan dan sosialisasi pada nelayan agar mudik kalau dari darat sudah tidak bisa ya janganlah lewat laut dilakukan.”kata Indrata Nur Bayuaji

Sementara Kapolres Pacitan AKBP Wiwit Ari Wibisono menegaskan, secara teknis antisipasi pemudik masuk pacitan dilakukan dalam dua arah. Baik itu arah darat maupun arah laut. Namun untuk penyekatan lebih di perbanyak di jalur darat atau diperbatasan.

“Teknisnya kita sebelum tanggal 6  kita himbau mereka ada petugas petugas khusus dari satpolair dan dari polsek kota dan angkatan laut juga ada dari kodim juga ada untuk memberikan himbauan bahwa tidak boleh mudik mulai tanggal 6 sampai tanggal 17. Tidak ada yang boleh perjalanan orang dari satu Kabupaten lain ke Kabupaten lainnya dari satu provinsi satu ke provinsi lainnya juga jadi nggak boleh dan untuk pacitan sendiri antisipasi tanggal 6 sampai tanggal 17  apabila ada nelayan yang datang dengan alasan untuk mudik atau perpindahan saya sudah perintahlkan anggota untuk  segera cepat menghalau mereka memutarbalikan mereka atau menginformasikan ke satgas Covid atau bawa segera ke wisma atlit untuk kita karantina.”tegas Kapolres Pacitan AKBP Wiwit

Kepolisian juga sudah antisipasi jalur utama dan jalur tikus. Jalur utama sudah dilakukan penyekatan dengan mendirikan posko dan jalur tikus sudah di jaga 24 jam petugas. Selain itu jia masih ada yang tembus masuk desa bagi pendatang maka desa mohon segera dilakukan antigen atau tes covid-19 lainnya.

“Mohon segera di karantina, himbauan kita ke desa sudah banyak dan disitu di desa sudah tersebar tulisan jangan mudik. Bisa di cek ke desa desa. Dan upaya keras antisipasi mudik sudah dilakukan melalui daikamtibmas. Dititik beratkan pada bahayanya perpindahan orang terkait covid-19.”kata Kapolres Wiiwit
Di tambahkan Kapolres, seluruh perjalanan orang dan moda transportasi dilarang tidak boleh kaitan dengan idul fitri ini adalah mudik. Lalu bagaimana dengan wisatawan, Kapolres menegaskan masih di buka tapi untuk lingkup rayon dengan catatn wajib memperketat terapkan protokol kesehatan.

“Di perbatasan akan di pasang pagar penyekat apabila petugas capek yang sulit di tabrak orang sehingga mereka memilih mutar balik khusus tanggal 6 sampai 17. Itu serentak di berlakukan di setiap Kabupaten di Indonesia.”tutup Kapolres AKBP Wiwit



Editor : Asri Nuryani

Blog, Updated at: 07.20
Comments
0 Comments