Konsultasi Publik Secara Virtual, Tiga Isu Strategis Menjadi Bahasan RKPD Kabupaten Pacitan Tahun 2022

Posted by Radio GrinduluFM Pacitan - 104,6 MHz on Rabu, 10 Februari 2021

Grindulu FM, Pacitan -Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah(RKPD) Kabupaten Pacitan Tahun 2022 di gelar Pemerintah Daerah dalam hal ini Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA)secara virtual di ruang rapat Bupati,Selasa(9/2/2021). Belasan peserta dari berbagai elemen hadir dalam Musrenbang tersebut dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.
Dari konsultasi publik RKPD 2022 itu membahas 3 isu strategis yang akan dilaksanakan oleh pasangan Bupati terpilih Indrata Nurbayu Aji dan Gagarin.

                                     

Dari tigas isu strategis 2022 itu diantara lain pelayanan publik meliputi layanan pendidikan, kesehatan berbasis teknologi informasi serta layanan prima berbasis teknologi informasi. Isu strategis kedua adalah penanggulangan kemiskinan difokuskan pada penekanan pada tahun 2022 penanganan kemiskinan akibat pandemi Covid-19 dan pembangunan sektor ekonomi unggulan pendukung pariwisata. Kemudian isu strategis ketiga adalah penanganan infrastruktur. Dimana pembangunan infrastruktur dasar dan pariwisata yang berwawasan lingkungan akan menjadi titik fokusnya.

Bupati Pacitan Indartato mengharapkan RKPD ini harus dibahas sesuai dengan RPJMD yang dibuat oleh Bupati dan Wakil Bupati terpilih.
“Bupati terpilih yang sebentar lagi dilantik ini harus harus sesuai dengan itu sehingga masukan ini nanti akhir bulan mei kalau gak salah perbupnya akan keluar, perbup tentang RKPD 2022 akan keluar. Tapi RPJMD nya belum keluar karena masih disusun untuk memadukan dari bawah dan dari atas.”ujar Indartato
Harapannya pula RKPD ini bisa menjadi pedoman pembangunan untuk menyusun APBD atau membuat KUAPPAS 2022 walaupun RPJMD sampai saat ini belum tersusun.
Isu strategis yang krusial menurut Bupati adalah pengentasan kemiskinan yang didukung sektor pertumbuhan  ekonomi utamanya sektor pariwisata.

‘’Kendala yang kita alami yaitu pandemi Covid-19.Ini masalah sulit yang kita hadapi.’’ujar Bupati
Untuk diketahui, penduduk miskin di Kabupaten Pacitan 80.820 jiwa atau 14,54% Tahun 2020.
Tidak berlebihan memang, karena pada 2020 dan 2021 ini ada lagi refocussing sebesar Rp.30 Miliar.
“Dan tahun 2021 ini ternyata lebih banyak lagi karena DAU nya kan di refocussing 8 persen dan nanti DID 4 persen kalau gak salah.”jelas Bupati
Sementara dalam acara tersebut juga di sampaikan jumlah usulan kegiatan SIPD Rancangan Awal 2022Perangkat Daerah lebih banyak dibanding usulan dari masyarakat yakni 1.753.915.554.392 sedangkan usulan masyarakat yang terinpud di SIPD hanya 5.213 dan jumlah pokok pikiran DPRD berjumlah 1.889.
Pemerintah daerah juga melaporkan untuk target kinerja 2022 pertumbuhan ekonomi realisasi 2019 5,08 target tahun 2022 capai  5,78. Untuk pengangguran terbuka target 2022 mencapai 0,80. Penduduk miskin target capai 14,33, Indeks Pembangunan Manusia(IPM) capai 68,50 dan kualitas lingkungan hidup target tahun 2022 capai 73,70.

Adapun proyeksi pendapatan 2022 sebesar Rp.1,654 Trilyun dengan PAD 193 Milyar dan Pendapatan Transfer 1,4 Trilyun Lain lain pendapatan sementara 45 Miliar dimana hibah pemerintah senilai 45 Miliar.
Sementara Roni Wahyono Ketua DPRD Pacitan mengatakan, kalau DPRD pokok pokok pikiran yang disampaikan sesuai hasil reses. Sangat berharap pokok pikiran DPRD ini bisa dijadikan dasar penyusunan RKPD 2022.
“Tentu kami menyadari ada keterbatasan kemampuan keuangan daerah akan tetapi monggo nanti akan kita bicarakan lebih lanjut lagi dalam penyusunan RPJMD.”ungkap Roni
Kalau menurut hasil reses pokok pikiran DPRD yang paling krusial dari tiga isu yang dibahas adalah infrastruktur dan pembangunan ekonomi.
“Karena dampak Covid-19 adalah dampak ekonomi yang berujung pada angka kemiskinan dan itu yang harus jadi perioritas pada saat sekarang ini.”pungkas Roni Ketua DPRD


 

Editor : Asri Nuryani

Blog, Updated at: 08.03
Comments
0 Comments