Satu Korban Pemancing Hilang di Hantam Ombak Ditemukan Kondisi Meninggal Dunia

Posted by Radio GrinduluFM Pacitan - 104,6 MHz on Kamis, 17 September 2020

Grindulu FM, Pacitan - Setelah di lakukan pencarian satuhari satumalam akhirnya satu pemancing yang hilang di hantam ombak ditemukan. Korban ditemukan nelayan setempat.dengan kondisi sudah tidak bernyawa.Lokasi ditemukannya korban masih disekitar lokasi kejadian yakni Pantai langitan Desa Watukarung.


Tusiran nelayan Dusun Ngumbulharjo Desa Watukarung salahsatu yang ikut menemukan jasad korban bercerita , kondisi korban saat ditemukan dalam posisi tengkurap  mengapung. Lokasi jasad korban mengapung  kira kira dua kilo meter dari  arah timur lokasi kejadian.

Dikatakan Tusiran, selain dirinya ada nelayan lain temannya bernama Clethong yang ikut menemukan  jasad korban.

“Saya itu menyisir, habis menyisir itu saya jalan lha itu saya jalan  menemukan dia(korban) itu mengapung saya angkat.”


Ditemukannya satu pemancing lagi dari tiga pemancing yang terhantam ombak dibenarkan Aswin Rikha Wijaya Kepala Sie Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan. Dengan ditemukan satu lagi pemancing itu berarti tinggal satu lagi yang masih dilakukan pencarian atas nama Wawan Setiawan.pencarian akan dilakukan selama 7 hari sejak kejadian.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah menggandeng tim sar relawan dan basarnas untuk menemukan keberadaan korban satunya lagi yang masih hilang bernama wawan.

“Memang benar kemaren ada tiga orang korban terjadinya lakalaut diwatukarung. Akan tetapi kamis pagi ini sudah ditemukan satu korban. Dan jenasah ditemukan oleh teman teman Sar MTA, Tagana, Bpbd  dan Relawan. Terus sekarang posisi jenasah sudah dibawa ke RSUD dr.Darsono Pacitan untuk dilakukan autopsi dan kemudian dipulangkan ke rumah duka untuk dilakukan pemakaman oleh pihak keluarga.”jelas Aswin

Seperti diketahui, Wawan dilaporkan ikut hilang terhantam ombak saat mincing bersama Ahmad Fauzan. Sedangkan rekan korban lainnya Hadi Widodo sudah ditemukan selamat tersangkut batu karang.

Ditambahkan Aswin, untuk proses pencarian tetap dilakukan sesuai SOP akan melakukan koordinasi dengan Basarnas Trenggalek. Kemudian sesuai SOP Basarnas sejak 7 hari hilangnya korban akan dilakukan pencarian.Bpbd juga akan mendampingi selama 7 hari pencarian. Selain itu bekerjasama dengan tim sar mta, relawan tagana dan warga setempat yang masih hilang.

Data bpbd menyebutkan selama Januari hingga September 2020 sudah tercatat  kurang dari 15 kejadian warga nelayan yang hilang dihantam ombak di laut.

“Harapan kami untuk  teman teman khususnya para nelayan maupun penghobi mancing jangan lalaikan keselamatan dengan menggunakan pelampung dan alat selam lainnya jika memang ingin beraktivitas dilautan tolong selalu dibawa.”tegas Aswin

Editor : Asrinuryani

Blog, Updated at: 14.32
Comments
0 Comments