SELAMA JANUARI 2016, PENDERITA DB DI PACITAN TEMBUS 169 ORANG

Posted by Radio GrinduluFM Pacitan - 104,6 MHz on Jumat, 05 Februari 2016

Grindulufm.co.id - Memasuki musim penghujan, wabah DB (Demam Berdarah) di Pacitan meningkat. Setidaknya, selama Januari saja Dinas Kesehatan Pacitan dalam hal ini Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) mencatat ada 167 orang yang positif Demam Berdarah. Sedangkan  hingga  4 February 2016 penderita bertambah menjadi 169 orang. Data tersebut diperoleh dari laporan 24 Puskesmas di 12 kecamatan.

Foto ilustrasi
Bambang Wijanarko Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan  Dinas Kesehatan Pacitan saat dikonfirmasi kamis siang (04/02/2016) mengatakan,  siklus musim penghujan  menyEbabkan genangan  sehingga air yang tergenang digunakan perindukan nyamuk Aides Aygepthy.

Adapun  pada awal tahun 2016 kali ini, pasien terbanyak dari Desa bangunsari dan kedua dari Desa Mentoro. Sedangkan  berdasar  perkembangan  DB di JawaTimur  awal  tahun 2016, Kabupaten  Pacitan menduduki urutan ketiga dengan pasien terbanyak setelah  Kab. Jombang diurutan pertama dan Kab. Banyuwangi diurutan kedua.

Masih menurut Kabid P2PL Bambang Wijanarko, factor penyebaran virus Demam Berdarah dikabupaten pacitan dipengaruhi 4 faktor. Factor pertama adalah  lingkungan  mencapai 45 persen. factor perilaku  mencapai 35 persen. Pelayanan kesehatan  ikut menjadi faktor sebesar 15 persen dan keturunan  mencapai 5 persen.
Menanggapi adanya kasus Demam Berdarah diawal  tahun 2016 ini, semakin bertambah meski angkanya turun dibanding tahun 2015 lalu dibulan yang sama. Bupati Pacitan  Indartato menginstruksikan  seluruh Kepala Lingkungan hingga camat melakukan  gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dan gerakan 3 M, Menutup Menguras dan Mengubur.

Meskipun  Kabupaten Pacitan masuk urutan ketiga di Jawa Timur untuk pasien demam berdarah terbanyak awal 2016 kali ini, menurut bupati belum saatnya menyatakan KLB (Kejadian Luar Biasa). Sebab untuk menyatakan  KLB harus sesuai dengan ketentuan. 

Adapun  langkah  PSN yang  sudah dilakukan melalui surat edaran Sekda pada Camat  dan Kades tentang Gerakan PSN sejak Oktober – Nopember 2015. langkah  berikutnya Penyuluhan Puskesmas.  Rakor Camat  Kades tentang Endemis DBD. Rumah Sakit, Klinik survelan/kewaspadaan dan harus selalu melaporkan adanya kejadian DBD.  Kemudian langkah  Penyelidikan epidemiologi, Foging Focus dan  juga  Penanganan Penderita. Selain itu  Rumah Tangga  diberlakukan  gerakan serentak PSN dan Pemantauan Jentik berkala tingkat rumah tangga. (Asr)

Blog, Updated at: 11.15
Comments
0 Comments