PRODUKSI IKAN NELAYAN PACITAN TURUN 80 PERSEN

Posted by Radio GrinduluFM Pacitan - 104,6 MHz on Senin, 01 Februari 2016

Grindulufm.co.id - Sudah sejak awal Desember 2015 hingga Maret 2016 diprakirakan cuaca lautan di pacitan sedang tidak bersahabat bagi nelayan. Bahkan selama tiga bulan tersebut merupakan musim baratan. Dampak terbesar dari musim baratan adalah terhadap nelayan. Produksi ikan di perairan laut pacitan saat ini turun drastis. Menurut Bambang Marhaendrawan Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Kelautan, Dinas Kelautan dan Perikanan Pacitan : penurunan ikan dipacitan mencapai 80 persen.

 
Foto ilustrasi
Seperti  diketahui, selama musim baratan, kapal kapal besar yang berukuran 5 hingga 30 GT memilih menepi dan menyandarkan kapalnya. Mereka tak mau berspekulasi dengan ancaman nyawa melihat kondisi angin kencang,  arus dan gelombang tinggi. Jika sehari dalam musim normal bisa panen hingga 100 ton. Sekarang ini untuk mendapatkan 5 ton saja sangat kesulitan.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumberdaya Kelautan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pacitan, Bambang Mahaendrawan, mengatakan, musim baratan memang menakutkan bagi kapal-kapal besar untuk tetap melaut. Meski ada yang masih nekat, itupun hanya kapal lokal yang kecil-kecil. Tidak heran jika beberapa bulan terakhir ini, sulit pasokan ikan laut didapat, bahkan harganya juga melambung.

Dipredikasi, puncak musim ikan baru akan  dimulai pada bulan Mei mendatang, inipun jika cuaca periaran laut Pacitan sangat bersahabat untuk melaut. Untuk diketahui, nelayan lokal di Pacitan tercatat oleh Dinas Kelautan dan Perikanan  sebanyak 2000 orang lebih. Dari jumlah tersebut, mereka mengoperasikan sebanyak 1.519 unit kapal berkapasitas 3 GT kebawah hingga 5 Gt keatas.
 (Asr)

Blog, Updated at: 10.53
Comments
0 Comments