HARGA DAGING SAPI DAN AYAM DI PACITAN MASIH MAHAL

Posted by Radio GrinduluFM Pacitan - 104,6 MHz on Selasa, 02 Februari 2016

Grindulufm.co.id - Melonjaknya harga  daging sapi  di sejumlah pasar tradisional  di Kabupaten Pacitan  beberapa waktu lalu salah satunya disebabkan adanya rencana pemberakuan PPN ( Pajak Pertambahan Nilai) 10 persen bagi sapi  potong. Namun setelah saat ini PPN dicabut, pedagang tetap memberlakukan harga  mahal pada daging sapi. Belum ada perubahan, masih sama dengan harga yang dipatok kemarIn dikisaran Rp.125 ribu perkilo gramnya . Harga ini berlaku di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Pacitan.

Foto ilustrasi
Disampaikan Hari  Purwanto Kabid  Perdagangan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Pacitan, harga disejumlah pasar melangit sejak satu bulan terakhir. Kisaran harga berputar naik terus. Diharapkan dengan dicabutnya PPN dari pemerintah saat ini bisa membuat harga daging sapi turun. Apalagi  dalam bulan Maret, biasanya akan terjadi panen ternak hasil penggemukan sapi.

Sejumlah  Pedagang  daging  hampir semua mengeluh dengan dampak kenaikan harga daging sapi beberapa bulan terakhir ini. Pasalnya  pembeli enggan membeli dalam jumlah banyak. Sehingga tingkat penjualan menurun drastis. Naiknya harga daging sapi juga dikeluhkan sejumlah pedagang makanan siap saji berbahan olahan daging. Kenaikan Harga daging ternyata tidak hanya berlaku pada daging sapi saja, tapi daging ayam juga masih bertengger cukup mahal..Perkilo gramnya untuk ayam potong masih dikisaran Rp. 35.000.
Hasil pantauan  liputan  Grindulu Fm di sejumlah pasar tradisional , Selian harga daging sapi dan ayam, harga kebutuhan pokok juga masih saja mahal seperti akhir tahun lalu.

Seperti diketahui, Kabupaten Pacitan sebenarnya  merupakan daerah yang sangat strategis dalam usaha peternakan sapi, khususnya penggemukan. Hal tersebut karena ketersediaan pakan yang relatif cukup, dan beberapa tahun terakhir permintaan sapi hidup dari pacitan juga bertambah kesejumlah luar daerah. (Asr)

Blog, Updated at: 11.22
Comments
0 Comments