PASANGAN CALON BUPATI-WABUP TERPILIH DITETAPKAN 21-22 DESEMBER

Posted by Radio GrinduluFM Pacitan - 104,6 MHz on Senin, 21 Desember 2015

GRINDULUFM.CO.ID - Menurut ketua komisi pemilihan umum kabupaten pacitan Damhudi, setelah selesai dilakukan rekapitulasi penghitungan suara dan sudah diketahui pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Maka tahapan yang dilakukan KPU Kabupaten Pacitan adalah penetapan pasangan calon terpilih dan tahapan pengusulan pengesahan pengangkatan pasangan calon terpilih.



Jika tidak ada gugatan dari hasil rekapitulasi tingkat KPU Kabupaten yang digelar pada 16 Desember 2015, jadwal untuk ditetapkannya pasangan calon terpilih diagendakan pada tanggal 21 hingga 22 Desember 2015.

Damhudi mengharapkan tidak ada gugatan. Jika memang ada permohonan gugatan dari hasil pemilihan terhadap pasangan calon terpilih , maka penetapan pasangan calon terpilih akan dilakukan penundaan 12 februari hingga 13 maret 2016.

Seperti diketahui, masih ada dua tahapan lagi untuk meresmikan Bupati dan Wakil Bupati pilihan rakyat pacitan periode 2015-2020 dalam rangkaian Pilkada serentak, yaitu penetapan pasangan calon terpilih dan tahapan pengusulan pengesahan pengangkatan pasangan calon terpilih.

Seperti diketahui, dari proses awal hingga penghitungan suara, perjalanan pilkada serentak di Kabupaten Pacitan dinyatakan aman kondusif.


Namun yang disayangkan, tingkat kehadiran pemilih dalam pilkada serentak Pacitan 9 desember 2015 jauh dari target. Sudah terlihat dari situasi dan kondisi dimasing masing TPS saat dimulainya pencoblosan 09 desember Jika muncul prediksi, tingkat kehadiran pemilih ke TPS pada pilkada serentak 2015 sangat rendah.

Tingkat keikutsertaan masyarakat pacitan dalam memberikan suaranya pada perhelatan besar dipilkada serentak 2015 terkesan lemah dan diluar harapan. Bahkan jauh dari target yang ditetntukan oleh KPU pusat.Disampaikan ketua kpu kabupaten pacitan damhudi, tingkat partisipasi pemilih pada coblosan pemilihan bupati dan wakil bupati 09 desember 2015 hanya 59,98 persen.Padahal target KPU RI berada dikisaran 75 persen.

Meskipun diakui memang sangat rendah dan jauh dari target untuk tingkat kehadiran pemilih ke TPS pada pilkada serentak 2015 kali ini. Namun Damhudi menegaskan hal itu justru menunjukan proses demokrasi yang luar biasa,karena kehadiran pemilih murni berdasar hati nurani dan tidak ada pengaruh tekanan apapun terhadap pemilih. Mereka sadar akan sendirinya untuk menyuarakan haknya dalam memilih pemimpin daerah Pacitan.

Sementara terkait suara tidak sah karena keliru coblos itu sudah menjadi persoalan dinamis dari setiap perhelatan proses pemilu. Ini dimungkinkan karena ada persoalan pemahaman masyarakat akan pentingnya pemilu masih kurang dan disebabkan juga pemilih yang sudah usia tua. (Asr)

Blog, Updated at: 11.47
Comments
0 Comments