SELAMA RAMADHAN, PEMKAB PACITAN ANJURKAN HARGA LPG SESUAI HET

Posted by Radio GrinduluFM Pacitan - 104,6 MHz on Kamis, 19 Mei 2016

Grindulufm.co.id, Pacitan - Salahsatu keputusan hasil rapat koordinasi jelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1437 H, Pemerintah Kabupaten Pacitan menganjurkan agar selama Ramadhan dan Idul Fitri harga LPG sesuai HET. dimana seluruh wilayah kecamatan selama Ramadhan harus menjaga harga LPG sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi) untuk semua jenis ukuran tabung LPG. Dan ketersediaan gas LPG dibulan puasa harus terpenuhi sampai ke tingkat desa.

Antisipasi kelangkaan hingga operasi pasar siap untuk dilakukan, jika memungkinkan terjadi. Namun, Pemkab Pacitan menjamin ketersediaan gas LPG aman selama Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri.Agus Winarto Kasi Energi dan Kelistrikan Dinas Energi dan Pertambangan Kabupaten Pacitan, mengatakan “LPG pelaksanaan harus sampai tingkat desa, menjaga HET, mengatasi kelangkaan melalui menambahan dan opreasi pasar, serta mendistribusikan BBM dan LPG yang sesuai dengan peruntukanya”.

Foto : Ilustrasi
Pemerintah  kabupaten pacitan meminta agar  LPG 3 kilogram, saat Ramadan nanti tetap aman stok. Hal ini untuk membantu warga dalam mempersiapkan santap sahur, khususnya mengantisipasi kehabisan LPG pada malam hari.

Agus Winarto juga menambahkan, bahwa jelang Ramadhan harga LPG harus sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) Kabupaten Pacitan, yakni sekitar Rp 17.000 hingga Rp. 17.500 per tabung. Jika ada yang menjual diatas HET, dia meminta warga segera melaporkan untuk dilakukan sidak(inspeksi mendadak) terutama disaat saat bulan Ramadhan. Hal ini diberlakukan dalam upaya meningkatkan pelayanan bagi masyarakat.

Saat disinggung,apakah sudah ada pengajuan penambahan stok, hal itu akan melihat lebih dulu kondisi di lapangan, apakah memang perlu ada penambahan stok atau tidak. “harus melihat situasi kebutuhan masyarakat akan gas LPG pada puasa mendatang”. Pasalnya seperti pengalaman tahun tahun sebelumnya, selama Ramadhan biasa konsumsi masyarakat meningkat. Dan hal ini biasa akan berdampak pada penggunaan LPG bersubsidi tingkat konsumen rumah tangga naik, sehingga perlu ada penambahan stok agar bisa terpenuhi kebutuhan. (Asr/Grn)

Blog, Updated at: 09.22
Comments
0 Comments