Beberapa Jenis Pupuk Dihilangkan Dari Subsidi, Serapan Pupuk di Pacitan Rendah

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Minggu, Agustus 21, 2022

GrinduluFM Pacitan -Dikuranginya jenis pupuk bersubsidi ternyata berdampak pada rendahnya serapan petani di Pacitan terhadap pupuk bersubsidi.

“Jatah tahun 2022 sekitar 23 ribu ton baru terserap 30 persen saja gak sampek.”kata Bagianto Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Penyuluhan (DP2KP) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pacitan

Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Penyuluhan (DP2KP) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pacitan Bagianto menjelaskan, sekarang subsidi pupuk dikurangi. Dari 5 jenis pupuk jadi 2 jenis pupuk, yakni Urea dan NPK. Kemudian komoditas yang boleh dipupuk juga di kepras menjadi sembilan. Untuk komoditas tanaman pangan tinggal 3 saja yang boleh di pupuk dengan pupuk bersubsidi yaitu padi, jagung dan kedelai. Sedangkan Perkebunan ada tiga yaitu kopi, kakao, kelapa. Lalu hortikultura yang boleh dipupuk dengan pupuk subsidi hanya semusim seperti cabe, bawang merah dan bawang putih. Holtikultura tahunan sekarang tidak boleh lagi pakai pupuk subsidi.

“Dibilang langka juga tidak sebenarnya, cuma yang jadi bingung itu kan ada peraturan Menteri Pertanian yang baru itu, dimana sekarang ini, subsidi pupuk dikurangi. Dari 5 jenis pupuk menjadi 2 jenis pupuk yang disubsidi. Akhirnya, serapan rendah. Selain itu rendahnya serapan disebabkan juga karena distribusi. Kalau saya melihat masih banyaknya stok ketersediaan pupuk bersubsidi di Pacitan seakan akan petani merasa belum membutuhkan pupuk.”jelasnya

Kepala Bidang DP2KP Bagianto mengungkapkan, serapan pupuk bersubsidi di pacitan hingga pertengahan Agustus 2022 untuk jenis urea dari 17.120.000 ton, realisasi baru 5.111.960 (29,860%). Jenis NPK alokasi 11.429.000 realisasi 4979.549 (43,569%) Meskipun banyak dikurangi jenis pupuk yang masuk daftar subsidi namun hingga kini Bagianto mengklaim belum ada gejolak di tingkat petani di wilayah pacitan.

Di tambahkan Bagianto, sampai Agustus 2022, pihaknya belum mengajukan penambahan pupuk untuk tahun 2023.

“Kita belum pengajuan, ketersediaan pupuk subsidi tahun lalu masih banyak. Mungkin September nanti kita hanya mengajukan 2 jenis pupuk subsidi.”ungkapnya

Rendahnya serapan pupuk bersubsidi tahun ini diharapkan tidak mengganggu distribusi dan produktifitas pertanian.

Editor: Asri

Blog, Updated at: 11.34
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03